HUT TNI ke-81, Modernisasi Alutsista Perkuat Pertahanan Indonesia
- 04 Okt 2026 20:05 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA - Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk melihat penguatan pertahanan Indonesia di tengah perjalanan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terus dilakukan di berbagai matra, mulai dari penguatan kekuatan udara, laut, hingga kendaraan tempur amfibi. Penguatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pelaksanaan tugas kemanusiaan.
Pada sektor udara, Indonesia memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Sebanyak enam unit telah diterima TNI Angkatan Udara pada 2026.
Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan, 18 unit Rafale berikutnya akan didatangkan secara bertahap mulai 2027 hingga 2029.
“Tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 unit pesawat secara bertahap sampai dengan diperkirakan pada tahun 2029,” kata Tedi.
Menurut Tedi, berbagai fasilitas pendukung pengoperasian dan perawatan Rafale telah disiapkan. Pesawat tersebut dioperasikan dari Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Penguatan pertahanan juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Dua kapal selam Scorpène dibangun di PT PAL Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group. Program tersebut turut mencakup transfer teknologi untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Sementara di sektor laut, kehadiran KRI Sriwijaya-100 menambah kekuatan TNI Angkatan Laut. Korps Marinir juga menerima kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari rencana pengadaan sebanyak 35 unit.
Modernisasi alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia di berbagai matra. Selain pengadaan alutsista, pengembangan industri pertahanan nasional dan peningkatan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam pembangunan kekuatan pertahanan.
Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini digelar secara lebih sederhana. Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama, Brigjen TNI Chandra Adibrata, mengatakan acara puncak berupa upacara tanpa parade alutsista.
Menurut Chandra, sebagian besar personel TNI masih menjalankan tugas di berbagai daerah. Prajurit juga dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta proses evakuasi korban Kapal Virgo.
“Jadi kita banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi makanya kita laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” ujar Chandra.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menegaskan peran TNI dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan sekaligus hadir membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....