TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia

  • 28 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA - Laporan terbaru survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) periode Februari–Maret 2026 mencatat perubahan signifikan pada lanskap media sosial di Indonesia. Platform video pendek TikTok berhasil menempati posisi puncak sebagai media sosial yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia, melampaui raksasa media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram.

Berdasarkan data APJII yang diunggah oleh akun GoodStats (@goodstats.id), sebanyak 31,8% responden mengaku paling sering membuka TikTok. Posisi kedua ditempati oleh Facebook dengan 29,4%, disusul Instagram di urutan ketiga dengan 27,7%. Sementara itu, platform lain mencatatkan porsi yang jauh lebih kecil, yakni WhatsApp (1,7%), YouTube (1,6%), X/Twitter (1,5%), dan Threads (1%).

Salah satu temuan menarik dalam survei ini adalah konsistensi penggunaan TikTok yang merata di hampir semua kelompok umur. Berbeda dari anggapan umum bahwa TikTok hanya digandrungi oleh anak muda, data menunjukkan platform ini mendominasi di hampir seluruh kategori generasi:

  • Gen Z: TikTok memimpin dengan 32,3%, disusul Instagram (30,8%) dan Facebook (26,9%).
  • Milenial: TikTok unggul tipis di angka 31,9%, mengalahkan Facebook (31,1%) dan Instagram (28,7%).
  • Generasi X: TikTok tetap di posisi pertama dengan 31,2%, diikuti Facebook (31%) dan Instagram (24,4%).
  • Pre-Boomer: TikTok berada di puncak dengan 30,6%, bersaing ketat dengan Facebook (30,3%) dan Instagram (16,7%).

Satu-satunya pengecualian terlihat pada kelompok Baby Boomers. Pada generasi ini, Facebook masih memegang kendali utama di angka 30,9%, sedangkan TikTok berada tepat di posisi kedua dengan 30,7%.

Meskipun TikTok dominan secara menyeluruh, tren preferensi media sosial sekunder menunjukkan perbedaan karakter yang jelas antargenerasi:

  1. Instagram sangat kuat di anak muda: penggunaan Instagram mencapai puncaknya di Gen Z (30,8%), namun secara bertahap menurun seiring bertambahnya usia responden, hingga hanya tersisa 16,7% di kalangan Pre-Boomer.
  2. Facebook nasis pengguna dewasa & senior: Facebook memiliki penetrasi yang jauh lebih stabil dan besar pada generasi Milenial, Gen X, hingga Baby Boomers (selalu di atas 30%).
  3. Aplikasi percakapan dan teks: aplikasi berbasis pesan atau teks seperti X (Twitter) dan Threads memiliki porsi terbesar di kalangan Gen Z (masing-masing 2,5% dan 1,6%), namun kurang populer di kalangan senior. Sebaliknya, WhatsApp dan YouTube mencatatkan persentase akses harian tertinggi pada kelompok usia Baby Boomers dan Pre-Boomer.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....