Herindra Pimpin PB ESI, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Esports Asia
- 15 Sep 2026 18:46 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030. Kepengurusan baru tersebut menargetkan peningkatan prestasi internasional sekaligus penguatan ekosistem esports nasional.
Herindra yang saat ini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan kepemimpinan PB ESI menjadi amanah strategis untuk membangun prestasi sekaligus memperkuat posisi generasi muda Indonesia di tengah transformasi digital.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herindra di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, prestasi Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, hingga World Esports Championship menunjukkan esports telah berkembang menjadi profesi yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan intelektualitas.
PB ESI, kata Herindra, akan memperkuat jalur prestasi atlet, standardisasi pembinaan, perlindungan pemain, serta membangun ekosistem industri esports yang sehat.
“Prestasi internasional bukan hanya soal medali, tetapi juga bentuk diplomasi digital yang memperkuat citra Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman menyambut positif kepemimpinan Herindra. Ia optimistis kepengurusan baru PB ESI dapat memperkuat tata kelola sekaligus mempercepat prestasi esports nasional.
Marciano menyebut capaian Indonesia sebagai juara dunia, Asia, dan ASEAN menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya.
Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Menurutnya, esports kini telah berkembang melampaui permainan dan hiburan, menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, serta bagian dari masa depan generasi muda.
Taufik menyebut Indonesia memiliki lebih dari 154 juta pemain game, sementara nilai industri game pada 2025 diperkirakan mencapai Rp32,7 triliun. Potensi tersebut dinilai perlu diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan, mulai dari tingkat akar rumput hingga kompetisi internasional.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, tetapi harus menjadi negara yang diperhitungkan di panggung esports dunia,” tegasnya.
Kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 diarahkan tidak hanya mengejar prestasi dan medali. Penguatan pengembang serta game lokal, kompetisi berjenjang, dan tata kelola profesional juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem esports nasional.
Sinergi antara pemerintah, KONI, PB ESI, industri, dan komunitas diharapkan dapat menjadikan esports sebagai instrumen prestasi olahraga, penggerak ekonomi digital, sekaligus sarana diplomasi Indonesia di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....