Password Mulai Ditinggalkan, Dunia Beralih ke Passkey

  • 09 Jul 2026 11:06 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Selama puluhan tahun, password menjadi "kunci utama" untuk mengakses akun digital. Namun, perkembangan teknologi keamanan siber mulai mengubah kebiasaan tersebut. Kini, perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, Google, Microsoft, hingga Amazon semakin gencar mengadopsi passkey, sebuah metode autentikasi yang digadang-gadang lebih aman sekaligus lebih praktis dibandingkan password konvensional.

Passkey merupakan sistem autentikasi berbasis standar FIDO2 dan WebAuthn yang memanfaatkan pasangan kunci kriptografi. Berbeda dengan password yang harus diingat pengguna, passkey tersimpan secara aman di perangkat dan diakses menggunakan sidik jari, pemindai wajah, atau PIN perangkat. Karena kunci privat tidak pernah dikirim ke server, metode ini jauh lebih sulit dicuri melalui serangan phishing maupun kebocoran data.

Peralihan menuju dunia tanpa password juga semakin terlihat dari langkah perusahaan teknologi global. Dilansir dari cnbcindonesia.com, Microsoft mulai mendorong pengguna menggunakan metode masuk tanpa password dan mengurangi ketergantungan pada verifikasi melalui SMS karena dinilai lebih rentan terhadap penipuan. Sementara itu, Google dan Apple telah menjadikan passkey sebagai salah satu opsi utama untuk masuk ke berbagai layanan mereka.

Data dari Passkey Index 2025 yang dirilis FIDO Alliance menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Tingkat keberhasilan login menggunakan passkey mencapai sekitar 93 persen, jauh lebih tinggi dibanding metode autentikasi tradisional yang berada di kisaran 63 persen. Selain itu, waktu login rata-rata berkurang hingga 73 persen, sementara permintaan bantuan ke layanan pelanggan terkait masalah login turun hingga 81 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa passkey tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Meski demikian, para pakar keamanan siber menilai password belum akan benar-benar hilang dalam waktu dekat. Banyak sistem lama (legacy systems) masih mengandalkan password sebagai metode autentikasi utama. Oleh karena itu, masa transisi diperkirakan akan berlangsung secara bertahap, dengan kombinasi password, autentikasi multifaktor (MFA), dan passkey yang berjalan berdampingan sebelum akhirnya metode tanpa password menjadi standar baru.

Bagi pengguna, adopsi passkey menawarkan sejumlah keuntungan. Selain tidak perlu lagi mengingat kombinasi kata sandi yang rumit, risiko penggunaan password yang sama di banyak akun juga dapat dihindari. Passkey juga dirancang agar hanya dapat digunakan pada situs atau aplikasi resmi, sehingga mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap serangan phishing yang selama ini menjadi salah satu ancaman terbesar di dunia digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....