Menanam Pohon Berbasis Karakteristik Lahan demi Perlindungan

  • 08 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Wamena

RRI,CO.ID, WAMENA – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan stabilitas alam di wilayah Papua, komunitas Balim Global Training Center (BGTC) dan Sekolah Dasar Negeri di distrik Napua, SMA Sekolah Papua Harapan (SPH) Sentani dan komunitas Curhat English Club (CEC) menggelar aksi penanaman pohon bertajuk "O Ai Yasuok".

Inisiatif ini difokuskan pada pemulihan hijau di kawasan Lembah Baliem tepatnya di Napua melalui pendekatan yang lebih strategis dan edukatif bagi masyarakat setempat.

Dalam dialog interaktif yang disiarkan oleh RRI Wamena pada Kamis (07/05/2026), Jemmy Patty dan Agusta Bunai menekankan bahwa penghijauan bukan sekadar menanam, melainkan harus memahami kaitan antara jenis tanaman dengan ekosistem sekitarnya.

Pemilihan jenis pohon, khususnya Pohon Besi memiliki nilai ekologis yang tinggi namun memerlukan penempatan yang tepat. Pohon besi sangat disarankan untuk ditanam di area yang rawan tanah longsor. Akarnya yang kokoh berfungsi sebagai "jangkar" alami yang menjaga stabilitas tanah dalam jangka panjang.

Karena karakteristiknya yang menyerap banyak air, pohon ini tidak cocok ditanam di dekat area perkebunan warga. Jika ditanam terlalu dekat dengan lahan pangan, pohon besi dikhawatirkan dapat "mengalahkan" tanaman lokal seperti keladi atau hiperek (ubi jalar).

Agusta Bunai, selaku Ketua Panitia Aksi O Ai Yasuok 2026, bersama Jemmy Patty Founder Curhat English Club, menggarisbawahi pentingnya perencanaan matang sebelum bibit ditanam. Hal ini mencakup diskusi teknis dengan pemilik lahan dan memastikan ketersediaan lokasi yang sesuai.

"Pemilihan lokasi sangat krusial. Kita harus memastikan jenis pohon yang ditanam memberikan dampak perlindungan, bukan justru merusak tanaman pangan warga," ungkap Jemmy Patty.

Gerakan ini merupakan bagian dari visi besar untuk memastikan kesehatan lingkungan Lembah Baliem tetap terjaga bagi generasi mendatang. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lintas generasi, aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang berbasis pada pengetahuan lingkungan yang tepat.

Dialog yang dipandu oleh Tanty Situmorang ini mengajak seluruh warga Wamena dan sekitarnya untuk lebih peduli terhadap tata guna lahan, demi mencegah bencana alam seperti longsor sekaligus menjaga ketahanan pangan lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....