Musik Masa Remaja ternyata Membentuk Identitas, Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 04 Mei 2026 20:15 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Pernahkah Anda merasa bahwa lagu-lagu yang Anda dengarkan saat berusia 13 hingga 17 tahun memiliki "sihir" tersendiri dibandingkan musik yang Anda dengar sekarang? Ternyata, hal tersebut bukan sekadar nostalgia belaka.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa musik yang dikonsumsi pada masa remaja memainkan peran krusial dalam pembentukan identitas diri, gaya hidup, hingga cara seseorang berinteraksi sosial di masa dewasa.
Masa remaja adalah fase transisi yang dikenal sebagai momen kritis dalam "mencari jati diri". Dalam periode ini, musik bukan hanya sekadar hiburan, melainkan alat ekspresi untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya.
Menurut data dari Jurnal Diba’ dan Repository UGM, pilihan genre musik sering kali menjadi indikator nilai-nilai yang dianut oleh seorang remaja. Musik membantu mereka merumuskan identitas ideal yang ingin mereka tampilkan kepada dunia.
Paparan musik populer tidak hanya berhenti di telinga. Pengaruhnya merambat ke berbagai aspek kehidupan remaja, antara lain gaya berpakaian, bahasa dan slang, dan interaksi sosial.
Keterlibatan remaja dengan idola atau basis penggemar (fandom) menciptakan rasa memiliki (sense of belonging). Jurnal Seni & Budaya mencatat bahwa keterlibatan ini membantu membangun identitas sosial yang kuat.
"Musik sering kali menjadi alat bagi anak muda untuk menunjukkan eksistensi sekaligus membentuk identitas yang mereka anggap ideal," tulis studi tersebut.
Melalui musik, remaja merasa terkoneksi dengan kelompok tertentu yang memiliki frekuensi pemikiran yang sama. Hal ini memberikan dukungan emosional yang penting di tengah gejolak pubertas.
Secara neurologis, otak remaja berada dalam kondisi paling adaptif sekaligus sensitif. Musik yang didengar pada rentang usia 13–17 tahun cenderung melepaskan dopamin dalam jumlah besar, sehingga menciptakan ikatan saraf yang kuat. Inilah alasan mengapa selera musik di masa ini sering kali menjadi standar estetika seseorang hingga mereka tua.
Musik lebih dari sekadar deretan nada; ia adalah fondasi identitas. Bagi para remaja, setiap playlist yang mereka putar adalah langkah kecil menuju pembentukan karakter dewasa mereka nantinya. Jadi, jangan heran jika lagu favorit Anda saat SMP masih menjadi lagu yang paling sering Anda putar hingga hari ini. (Sumber: Jurnal Diba’, Repository UGM, Jurnal Seni & Budaya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....