Perang AI 2025: Apple vs Samsung vs Google

  • 20 Nov 2025 20:14 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Tahun 2025 menandai pergeseran besar di industri smartphone: ketiga raksasa teknologi Apple, Samsung, dan Google kini beradu bukan hanya dari segi hardware, melainkan juga kecerdasan buatan (AI) pada perangkat mereka. Persaingan ini semakin tajam, karena konsumen kini menuntut performa AI lokal di smartphone, bukan lagi hanya mengandalkan cloud.

Apple memimpin pasar chip AI di smartphone. Laporan Counterpoint menyebut bahwa pengiriman chip dengan kemampuan generative AI meningkat tajam, dan Apple mendominasi dengan pangsa 46% dari pasar chip AI. Apple berfokus pada pemrosesan AI on-device, menjaga privasi pengguna sekaligus meningkatkan efisiensi task seperti ringkasan teks, asisten kontekstual, dan pemahaman suara.

Di sisi lain, Samsung gencar meluncurkan perangkat yang memperkuat ekosistem AI-nya. Salah satu contoh terbaru adalah Galaxy S25 Edge, yang mengusung AI generatif dan desain super tipis. Selain itu, Samsung dan Google bekerja sama melalui sistem seperti Android XR untuk perangkat realitas campuran (extended reality), memanfaatkan AI Gemini untuk meningkatkan pengalaman imersif.

Google sendiri tidak tinggal diam. Mereka terus membenamkan AI canggih dalam sistem operasinya dan asisten Gemini. Ada laporan bahwa Apple bahkan sedang menjajaki kolaborasi dengan Google untuk menggunakan model Gemini pada Siri yang baru, sebagai bagian dari strategi memperkuat performa AI voice assistant mereka.

Persaingan ini juga tercermin pada strategi pasar: Samsung berusaha mengurangi ketergantungan pada Google AI dengan menegosiasikan integrasi AI pihak ketiga seperti Perplexity. Sementara itu, Apple fokus pada AI privat dan lokal model AI Apple Intelligence generasi baru dilaporkan dikembangkan agar bisa berjalan di perangkat tanpa mengirim semua data ke cloud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....