Terapkan Kecerdasan Artifisial, Disdik Jayawijaya Butuh Dukungan Stakeholder
- 13 Nov 2025 17:19 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayawijaya bakal menerapkan metode pembelajaran mendalam (PM) dan koding kecerdasan artifisial (KKA) melalui kurikulum merdeka untuk satuan pendidikan di Jayawijaya.
Pembelajaran PM dan KKA dimaksud mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026 / 2027 mendatang. Oleh karena itu, dinas pendidikan Jayawijaya membutuhkan dukungan dari semua pihak yang ada di Kabupaten Jayawijaya, sebab pembelajaran ini merupakan pendekatan yang melibatkan kemitraan.
“Kemitraan tentunya orang tua, masyarakat dunia usaha dan berbagai pihak kolaboratif istilahnya, maka kami mohon kita dapat bermitra dengan semua stakeholder, kita bergandeng tangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Jayawijaya” Kata Sekretaris Disdik Jayawijaya Bambang Budiandoyo, S.Pd., M.Pd., Selasa (12/11/2025) di Wamena.
Metode pembelajaran PM dan KKA merupakan kebijakan baru dari Kemendikdasmen RI untuk satuan pendidikan di Indonesia menyesuaikan dengan perubahan zaman dan teknologi. Dengan demian Bambang Budiandoyo berharap, dengan adanya PM dan KKA ini, kedepan diharapkan dunia pendidikan menguasai teknologi dan berbagai macam aplikasi terutama terkait kecerdasan artifisial (AI).
Oleh karena itu, untuk terapkan kebijakan baru ini di sekolah, guru dan dinas Pendidikan tidak bisa bergerak sendiri, namun perlu dukungan semua komponen masyarakat. “ Agar anak – anak kita tidak ketinggalan dengan teknologi dan mengantarkan anak – anak tahun 2045 menuju Indonesia emas” Harapnya.

Amuli Deni Irianto Matuan, koordinator program PM dan KKA Jayawijaya (RRI/Ronny)
Sebelumnya, dinas pendidikan Jayawijaya telah menggelar pelatihan tentang pendekatan PM dan KKA terhadap puluhan guru dan kepala sekolah dari sejumlah satuan pendidikan di Jayawijaya. Pelatihan yang dilakukan selama 3 bulan tersebut guru dilatih agar tidak sekedar mentransfer ilmu tapi harus bermakna bagi peserta didik.
“Dalam pembelajaran ini juga kepala sekolah dilatih untuk menyusun visi misi dan tujuan pembelajaran yang selaras dengan PM berdasarkan tahapan inquiry kolaboratif. Begitu juga dengan guru – guru diajarkan menyusun RPP yang sesuai dengan PM” Kata Amuli Deni Irianto Matuan, koordinator program PM dan KKA Jayawijaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....