Rekor Drone di China: 15.947 Unit Terbang Sekaligus
- 23 Okt 2025 11:59 WIB
- Wamena
KBRN, Jayawijaya: Kota Liuyang, Provinsi Hunan, yang dikenal sebagai “ibukota kembang api” Tiongkok, menorehkan sejarah baru dalam teknologi hiburan udara lewat pertunjukan bertajuk “A Firework Belonging to Me” pada 17 Oktober 2025. Dalam event tersebut, sebanyak 15.947 drone diluncurkan secara serentak dari satu komputer, memecahkan rekor dunia Guinness untuk “most drones launched simultaneously by a single computer”. Selain itu, formasi terbesar dengan 7.496 drone membawa efek kembang api sebelum pemecahan rekor lainnya.
Melansir dari economictimes.indiatimes.com, formasi drone tersebut membentuk visual raksasa seperti “Sky Tree”, bulan raksasa, dan bunga emas yang disertai efek cahaya menerangi langit malam. Teknologi yang digunakan sangat canggih, sistem GPS dan Real-Time Kinematic (RTK) memastikan ribuan unit bergerak sinkron tanpa tabrakan. Kolaborasi antara perusahaan Gaoju Innovation (Shenzhen) dan pembuat kembang api lokal Liuyang menjadi kunci dalam menyajikan perpaduan antara seni, teknologi, dan tradisi.
Meski acara ini menghasilkan keindahan visual luar biasa dan memecahkan dua rekor sekaligus, tidak semuanya berjalan mulus. Sebelumnya, dalam pertunjukan drone & kembang api di Liuyang, beberapa ratus drone mengalami malfungsi, menurunkan percikan api ke kerumunan, dan memicu kebakaran kecil di area sekitar. Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi tinggi sekalipun punya risiko keselamatan jika tidak dikelola dengan sempurna.
Pertunjukan ini bukan hanya simbol kemajuan hiburan, tetapi juga mencerminkan arah baru teknologi publik: menggantikan kembang api tradisional yang berbahan peledak dengan “kembang api digital” yang lebih ramah lingkungan namun tetap impresif. Media menyebutnya sebagai “masa depan dari kembang api” dan contoh bagaimana inovasi dapat mengubah tradisi populer.
Melihat bagaimana China terus berinovasi di bidang teknologi publik, kita di Indonesia patut bertanya: kapan bisa melangkah sejauh itu?
Sementara di luar negeri drone digunakan untuk pertunjukan besar, pemetaan, hingga pengawasan lingkungan, di Indonesia penggunaannya masih terbatas pada dokumentasi dan proyek komersial kecil. Padahal, potensi sumber daya dan kreativitas anak muda Indonesia sangat besar. Jika ada dukungan lebih kuat terhadap riset teknologi, industri kreatif, dan kerja sama lintas sektor, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan kita pun bisa menyaksikan pertunjukan serupa buatan anak bangsa. Bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama di panggung inovasi dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....