Airbus Ungkap Desain Pesawat Hemat Energi Terbaru

  • 07 Okt 2025 16:33 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Raksasa penerbangan Airbus resmi memperkenalkan kemajuan baru dalam pengembangan pesawat ramah lingkungan. Melalui siaran pers di situs resminya pada Maret 2025, Airbus menyatakan bahwa mereka “terus memajukan teknologi untuk pesawat single-aisle generasi berikutnya dengan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dan potensi nol emisi.” Pernyataan itu muncul dalam momentum Airbus Summit 2025, di mana perusahaan memperlihatkan riset intensif terhadap mesin open-fan, sayap lipat, dan penggunaan 100% bahan bakar berkelanjutan (SAF). (Sumber: Airbus Newsroom, Maret 2025)

Airbus menargetkan peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 20–30 persen dibanding pesawat generasi saat ini. Teknologi mesin “open fan” dianggap sebagai langkah besar menuju pengurangan emisi karbon tanpa mengorbankan performa. Dalam keterangan resminya, Chief Technical Officer Airbus, Sabine Klauke, menyebut: “Kami membangun masa depan penerbangan dengan menggabungkan efisiensi aerodinamika, bahan bakar hijau, dan desain revolusioner.”

Menariknya, uji coba sistem open fan ini dilakukan dengan kerja sama antara CFM International dan GE Aerospace, dan diklaim menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar hingga 20%. Selain itu, desain aerodinamis baru memungkinkan pesawat terbang lebih senyap. Sebuah terobosan penting bagi bandara yang memiliki regulasi kebisingan ketat.

Selain itu, Airbus menyatukan proyek ini dengan program ZEROe, yang berfokus pada eksplorasi bahan bakar hidrogen dan sistem sel bahan bakar. Airbus menargetkan penerbangan uji coba pertama pesawat hidrogen murni dapat dimulai sebelum tahun 2035. Fakta menariknya, menurut Clean Aviation Initiative, Airbus saat ini menjadi satu-satunya produsen besar di dunia yang secara terbuka berkomitmen mengembangkan pesawat komersial beremisi nol pada skala industri.

Langkah Airbus ini mendapat sorotan besar karena menjadi sinyal nyata transisi industri penerbangan menuju era hijau. Meski banyak tantangan seperti kesiapan infrastruktur bandara dan harga SAF yang masih tinggi. Pengumuman ini memperkuat posisi Airbus sebagai pelopor dalam penerbangan berkelanjutan. Jika proyek ini berhasil, dunia mungkin akan segera menyaksikan pesawat komersial pertama yang terbang tanpa emisi karbon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....