Lapak Baca Buku Menjadi Proker KKN UNAIM di Kampung Wara

  • 09 Mei 2025 22:55 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena angkatan 29 melalui kelompok 5, melaksanakan program kerja bertajuk “Lapak Baca Buku” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan minat baca anak - anak di lokasi KKN. Program ini melibatkan 12 orang mahasiswa dimana Endius Wenda sebagai ketua kelompok, dan Dosen pendamping lapangan, oleh Nuraisyah Takdir.

KKN yang dilaksankan di Kampung Wara Distrik Pisugi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dilakukan dengan membentuk 2 kelompok yakni kelompok bagi anak – anak yang mahir membaca dan kelompok bagi anak yang belum dapat membaca dengan didampingi 2 penanggung jawab dari mahasiswa KKN yaitu Amos Itlay dan Nurdian Fathahillah. Kegiatan yang dilaksanakan di waktu siang tersebut, dihadiri oleh anak – anak dengan usia rata – rata 7 sampai dengan 12 tahun.

“Anak - anak tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mereka duduk bersama para mahasiswa untuk membaca buku secara mandiri, beberapa mahasiswa juga mengajak mereka mendengarkan dongeng, mengenal huruf, serta bermain kuis seputar isi buku untuk meningkatkan pemahaman dan ketertarikan mereka terhadap dunia literasi,” ujar Dosen pendamping lapangan, Nuraisyah Takdir.

Menurutnya, kegiatan seperti ini akan sangat penting dalam mendukung pendidikan informal di tengah masyarakat. Untuk itu melalui kegitan tersebut, masyarakat kedepannya diharapkan akan lebih peduli terhadap pentingnya membaca, serta mendorong terbentuknya komunitas literasi yang berkelanjutan, bahkan setelah masa KKN berakhir.

“Program Lapak Baca Buku ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk menyelesaikan program, tetapi juga memberi dampak langsung bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Edius Wenda mengakui, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan buku kepada anak - anak, akan tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal terbentuknya budaya literasi yang kuat di tengah masyarakat,” harapnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh penanggungjawab kegiatan Amos dan Dian, dimana diungkapkan, bahwa kegiatan ini sangat penting dan merupakan salah satu program prioritas dari 4 program kerja lainnya yang telah diseminarkan bersama aparat kampung dan masyarakat di kantor Kampung Wara belum lama ini. Salah satu keterbatasan yang ditemui para mahasiswsa dalam menjalankan program tersebut, yakni terkendala pada pengadaan buku bacaan dan alat tulis untuk anak - anak yang ikut kegiatan tersebut.

“Kami telah membuat proposal permohonan dana untuk kegiatan dan sudah kami masukkan di beberapa instansi terkait namun sampai hari ini belum ada yang terealisasi. Kami sangat membutuhkan bantuan dana untuk mensukseskan kegiatan kami dan untuk keberlanjutan program ini meskipun kegiatan KKN sudah berakhir,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....