Kadis Pendidikan Yalimo: Hardiknas Adalah Hari Bersejarah

  • 05 Mei 2025 06:35 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, merupakan hari bersejarah bangsa Inonesia yang wajib diperingati setiap tahunnya. Hardiknas merupakan momentum dalam meneguhkan dan meningkatkan dedikasi komitmen serta semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu dan berkemajuan.

“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, dan untuk Kabupaten Yalimo dalam peringatan ini telah dilaksanakan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Bupati,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yalimo, Paul Yare setelah upacara bendera di halaman kantor Bupati Yalimo, Jumat (02/05/2025).

Dijelaskan, suksesnya peringatan upacara Hardiknas di Kabupaten Yalimo tahun ini tidak terlepas dari dukungan Bupati dan Wakil Bupati, yang mempercayakan Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara kegiatan. “Upacara yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati semua berjalan baik, aman dan terkendali, jadi kami banyak ucapkan terimakasih kepada Bupati yang saudah mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

Dalam mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati dalam bidang pendidikan, Paul Yare berjanji akan melaksankan semua penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan baik, khususnya dalam pemerataan pendidikan bagi sekolah – sekolah yang berada di daerah terpencil. Untuk itu ia meminta kepada pihka sekolah yang berada di 5 Distrik di Yalimo, agar dalam pelayanan pendidikan harus dilakukan dengan sebaik mungkin.

“Saya berharap para guru yang bertugas di 5 Distrik yang sudah diberikan tugas dan kepercayaan oleh pemerintah dan jarang berada di tempat tugas mohon untuk kembali ke sekolah masing - masing melaksanakan aktifitas belajar mengajar sehingga anak didik mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik,” harapnya.

Bagi guru yang tidak pernah aktif melaksanakan tugas dan tanggung jawab, Dinas Pendidikan di tahun ini akan memberlakukan aturan dengan menahan hak para guru yang sama sekali tidak pernah menjalankan tugas.

“Kami akan melakukan pembokiran hak - hak mereka, jadi saya mohon dukungannya kembali ketempat tugas masing - masing yang ada di 5 Distrik, kalua tidak haknya akan kami blokir,” tutup Paul Yare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....