Disrupsi Digital, Wabah Informasi dan Moral Call Media

  • 09 Apr 2025 12:11 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena ; Diantara fungsi strategis media adalah menyebarluaskan informasi, memperkaya pengetahuan dan wawasan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat (pembaca, pendengar dan pemirsa). Dengan cara demikian, media menjadi instrumen pencerah masyarakat.

Premis itu berlaku, bukan hanya di era media analog dan konvensional, tetapi juga di era digital. Masalahnya kemudian, dan ini amat terasa sekarang, bahwa di era digital kendali atas konten informasi menjadi sangat longgar, bahkan cenderung nyaris tanpa kontrol. Terlebih lagi jika media sosial disertakan dalam analisis.

melalui berbagai platform digital, setiap orang bukan hanya bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara personal, tetapi juga bisa membuat konten apapun dan menyebarluaskannya ke ruang publik, dengan akun Facebook, Instagram atau Twitter yang dimilikinya misalnya, setiap orang bisa menjadi jurnalis, fotografer, editor, penanggung jawab rubrik sekaligus pemimpin redaksi. Mereka mencari informasi, mengolahnya menjadi konten, dan mempublikasikannya kepada masyarakat tanpa verifikasi data atau info, juga tanpa kurasi.

Temukan peristiwa atau obyek apapun yang bernilai "berita" dan sensasional, jadikan konten, kemudian share ke ruang publik. Perkara konten ini bakal berdampak buruk atau baik secara sosial adalah soal nanti. Itulah bagian dari fenomena "disrupsi digital" yang saat ini laksana badai nyaris memorak-porandakan tatanan dan ekosistem dunia informasi dan komunikasi sosial kita.

Satu hal yang lebih mencemaskan lagi, bahwa fenomena "asal jadi konten dan unggah," tak terlalu peduli dengan validitas, kredibilitas dan akuntabilitas sumber, sedikit banyak juga dilakukan oleh media-media online yang memproduksi konten-konten berita.

Dampak dari disrupsi itu ruang publik terasa menjadi sampah digital, yang diproduksi oleh akun-akun media sosial pribadi maupun portal-portal berita online. Karena konten-konten yang demikian berpotensi memuat hoax atau fakenews; bertebaran dan melimpah, menyeruak di antara informasi yang sahih dan valid yang juga mengarus deras sepanjang waktu, Akibatnya, publik menjadi tidak mudah mengidentifikasi dan membedakan mana konten berita yang sahih dan mana yang hanya berisi sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....