Pemkab Jawijaya Louncing Program Gasing

  • 16 Jan 2025 18:49 WIB
  •  Wamena

WAMENA- Guna mewujudkan generasi yang berkualitas Pemkab Jayawijaya bekerjasama dengan Yohanes Surya Institut menghadirkan program pelatihan berhitung dalam metode Gampang, Asyik dan Menyenangkan (GASING) yang melibatkan Guru dari 136 sekolah dasar (SD) dan siswa yang ada di Distrik Wamena Kota, Wesaput, Hubikosi. Rabu (15/1/2025) Di SD YPK Betlehem Wamena. Pelatihan metode gasing ini digelar sejak hari ini sampai dengan berakhirnya pada 31 Januari mendatang, dimana Guru akan diberikan pelatihan pola untuk mengajar matematika yang mudah untuk di mengerti, dan siswa akan diajarkan untuk berhitung dengan gampang, asyik dan menyengkan.

PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, menyatakan pemerintah daerah sejak tahun 2024 lalu sudah melakukan MoU dengan Institut Indonesia Jaya Prof Yohanes Surya untuk penerapan metode gasing yang menjadi salah satu pola yang dikembangkan untuk bagaimana cara belajar matematika dengan gampang, Asyik dan menyengkan. Menurutnya, kebijakan ini diambil setelah mendengar penjelasan terkait sekolah di daerah lain yang telah melakukan pembelajaran dengan sistem gasing, maka pemkab Jayawijaya juga menginginkan harus sama dengan daerah yang lebih dulu melakukan pembelajaran dengan metode ini.

"Kami pemerintah daerah sangat mendukung program pelatihan gasing untuk guru -guru SD yang ada di Jayawijaya dan siswa tingkat SD kelas III sampai dengan kelas V yang ada di beberapa sekolah dalam Kota Wamena maupun di pinggiran kota,"katanya dalam pembukaan pelatihan gasing di halaman SD YPK Betlehem Wamena. Kami juga ingin melihat perkembangan siswa SD dalam berhitung, sehingga pemerintah menginginkan anak-anak di Jayawijaya juga bisa sama seperti daerah lain, oleh karena itu melalui dinas Pendidikan diminta untuk program ini bisa dilakukan di Jayawijaya, dan awal tahun ini bisa dilakukan,"jelas Thony Mayor

PJ Bupati mengaku jika sebenarnya program gasing untuk kabupaten Jayawijaya telah dianggarkan pada perubahan anggaran tahun lalu, dan baru dilakukan awal tahun ini disebabkan karena waktu yang tidak mencukupi sudah masuk libur sekolah dan adanya pelaksanaan pilkada.

Ditempat yang sama sekretaris Dinas Pendidikan Kabuoaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo menyatakankegiatan ini meliputi teman -teman guru dari 8 wilayah kerja, dimana wilayah kerjasa satu wamena dan sekitarnya, wilayah kerja dua Distrik Walelagama dan sekitarnya, wilayah tiga Distik Asotipo, Asologobal dan sebagainya, wilayah kerja empat hubikosi dan sebagainya,

"Wilayah kerja lima distrik kurulu dan sekitarnya, wilayah kerja enam meliputi muliama, musatfak , wilayah kerja tujuh asologaima dan sekitarnya, wilayah kerja 8 Yalengga dan sekitarnya, wilayah kerja 9 Bolake, Tagime dimana masing -masing wilayah kerja 7 sampai dengan 10 orang,"bebernya.

Ia juga menambahkan untuk siswa di dalam kota Wamena dan pinggiran kota yang dilibatkan dalam program ini, ini bertujuan untuk menguatkan siswa dalam hal numerasi atau berhitung, sehingga logika berpikirnya menjadi matang dan tak bergantung pada informasi hoaks, namun lebih bisa menganalisa untuk berkiprah dalam masyarakat. (Epifania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....