Harga Emas Melonjak, Antam dan UBS Ikut Menguat
- 21 Jan 2026 15:35 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru pada awal 2026. Logam mulia ini menguat tajam seiring meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik hingga kekhawatiran perlambatan ekonomi. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), mendorong harga emas spot global menembus level tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan harga emas global ini turut berdampak ke pasar domestik Indonesia. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus mengalami penyesuaian harga naik. Pada perdagangan 21 Januari 2026 menurut website https://tasikmalayaku.id, harga emas Antam tembus sekitar Rp 3.000.000 per gram, melonjak tajam dibanding hari-hari sebelumnya.
Tak hanya Antam, emas batangan UBS yang banyak diperdagangkan melalui Pegadaian juga mencatatkan tren serupa. Menurut data perdagangan di Pegadaian, emas UBS 1 gram dipatok sekitar Rp 2.826.000, sementara emas dari Galeri 24 berada di kisaran Rp 2.766.000 per gram (https://momsmoney.kontan.co.id). Meski pergerakan hariannya cenderung fluktuatif, secara umum harga emas UBS tetap bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sisi global, sejumlah lembaga keuangan besar menilai tren penguatan emas masih berpotensi berlanjut. Bank investasi seperti UBS memproyeksikan harga emas tetap tinggi sepanjang 2026, didukung oleh kebijakan suku bunga, pembelian emas oleh bank sentral, serta meningkatnya permintaan investasi jangka panjang.
Bagi masyarakat Indonesia, kondisi ini membuat emas kembali menjadi instrumen investasi yang menarik. Namun, investor tetap disarankan memperhatikan tujuan investasi dan fluktuasi jangka pendek. Meski emas dikenal relatif stabil, membeli di harga tinggi tetap membutuhkan strategi, seperti pembelian bertahap (dollar cost averaging) agar risiko dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....