Sudah 4 Bulan Mahasiswa Papua Pegunungan di LN Terkendala Biaya
- 23 Mar 2026 08:37 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Mahasiswa Papua dari Provinsi Papua Pegunungan pada beberapa negara sedang mengalami kendala pembiayaan baik biaya pendidikan maupun biaya hidup akibat belum adanya pembayaran dari pemprov Papua Pegunungan.
Pernyataan ini disampaikan Robertus Asso, perwakilan orang tua mahasiswa Luar Negeri (LN) kepada RRI di Wamena, senin (23/03/2025. Menurutnya, mahasiswa terkendala biaya selama 4 bulan terakhir yakni desember 2025 lalu hingga maret 2026 ini.
“Saat ini kita sudah mau masuk ke bulan ke 4, sejauh ini tidak ada uang saku atau biaya hidup yang pemerintah perhatikan dengan alasan pemerintah katakan bahwa belum ada dana Otsus, tapi pengalaman di provinsi (di tanah Papua) lain itu mereka di bayarkan 6 bulan sekali jadi masa transisi seperti ini tetap aman” Katanya.
Akan tetapi kata dia, sistem pembayaran yang dilakukan Pemprov Papua Pegunungan berbeda dengan Pemprov lain di tanah Papua. Pembayaran dilakukan dalam periode dua atau tiga bulan sehingga tidak sesuai permintaan pihak kampus dan tidak mengakomodir kebutuhan biaya hidup.
“Jadi saat ini mahasiswa sangat kekurangan, mereka sudah mengalami teguran dari kampus, resmi dari email kampus itu mereka sudah ditegur. Ini bisa – bisa mahasiswa semua dideportasi, dipulangkan ke Papua” kata Asso.
Ia mengatakan, mestinya Dinas Pendidikan Pemprov Papua Pegunungan menyiapkan dana darurat untuk atasi masalah seperti ini. Mahasiswa sedang berhadapan dengan sistem di luar negeri, maka pemerintah harus menyesuaikan dengan ketentuan di sana.
“Kalau mereka alokasikan dana darurat atau emergency itu bisa diatasi. Kalo memang tidak ada dana setidaknya itu mereka menyurati, email ke kampus, surat itu isinya menjelaskan menjelaskan situasi pemerintahan Papua Pegunungan sehingga kampus bisa beri keringanan ke mahasiswa” Harapnya.
“Tapi ini urat juga tidak, uang juga tidak, sehingga ini bisa – bisa mahasiswa papua dideportasi semua, mahasiswa terancam sekali, jadi mohon untuk dinas pendidikan Papua Pegunungan coba cari cara, mungkin bisa pinjam di bank ka, tolong selesaikan dulua” Harapnya.
Lebih lanjut Robert Asso mengatakan, pihaknya mewakili orang tua mahasiswa Papua di LN yang tersebar di beberapa negara, berharap agar pemprov Papua Pegunungan bisa segerah selesaikan masalah tunggakan biaya pendidikan dalam bulan maret ini.
“Mohon dinas pendidikan segerah dalam bulan ini harus membayar mereka punya kebutuhan biaya hidup, akomodasi, kampus. Kalo belum bisa tolong menyurati dan juga komunikasi dinas pendidikan dan mahasiswa luar negeri itu tidak ada grup WhatsApp jadi sangat setengah mati” Ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....