Guru Honorer Lebih Banyak Ditemukan Aktif di Sekolah Dibanding Guru ASN
- 08 Jul 2026 02:18 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya Kaleb Asso menemukan guru honorer lebih aktif mengajar dibanding guru ASN melalui monitoring langsung ke berbagai sekolah.
- Monitoring Dinas Pendidikan Jayawijaya menemukan beberapa sekolah hanya diisi satu hingga dua guru, dan kehadiran guru ASN belum maksimal karena ada yang pulang sebelum jam belajar selesai.
- Guru honorer menjadi penopang utama keberlangsungan proses belajar mengajar di banyak sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau di Kabupaten Jayawijaya.
RRI.CO.ID, Wamena — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, mengungkapkan bahwa guru honorer justru lebih banyak ditemukan aktif mengajar di sekolah-sekolah dibandingkan guru ASN. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama para guru honorer yang digelar di Aula Sasan Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Kaleb, pertemuan tersebut sengaja digelar untuk mengecek langsung keberadaan para guru honorer sekaligus mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Langkah itu diambil setelah Dinas Pendidikan Jayawijaya melakukan monitoring ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah.
“Hari ini kami lakukan pertemuan dengan guru-guru honorer untuk mengecek posisi dan keberadaan teman-teman guru. Beberapa waktu lalu kami turun langsung monitoring ke sekolah-sekolah, dan dari situ banyak hal yang kami temukan, baik soal rumah guru, nasib guru, sampai kondisi kehadiran tenaga pendidik di sekolah,” ujar Kaleb Asso.
Ia menjelaskan, dalam monitoring tersebut pihaknya menemukan masih ada sekolah yang hanya diisi satu hingga dua guru. Bahkan, kehadiran guru ASN di sejumlah sekolah dinilai belum maksimal, karena ada yang datang pagi lalu pulang sebelum jam belajar selesai.
“Kadang ada guru datang pagi, lalu jam 10 sudah pulang. Ada juga yang datang jam 10, jam 1 siang sudah tidak ada. Sementara yang lebih banyak kami temukan di sekolah justru guru-guru honorer, baik honorer OAP, K2, maupun sukarela,” katanya.
Kaleb menilai, kondisi ini menjadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan Jayawijaya, sebab guru honorer selama ini menjadi penopang utama keberlangsungan proses belajar mengajar di banyak sekolah, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, ia mengaku bersyukur Bupati Jayawijaya Atenius Murip memfasilitasi pertemuan bersama para guru honorer. Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan penting bagi pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan untuk mendengar langsung keluhan, kebutuhan, serta kondisi riil para tenaga honorer di lapangan.
Dalam pertemuan itu, Kaleb juga menyampaikan bahwa setelah arahan dari Bupati, sesi akan dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab. Ia meminta agar perwakilan guru dari setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP, menyiapkan masukan dan persoalan yang ingin disampaikan kepada pemerintah.
“Pertemuan ini sangat baik, karena kita bisa duduk bersama, mendengar langsung persoalan guru honorer, dan mencari jalan keluar untuk memperbaiki pelayanan pendidikan di Jayawijaya,” ucapnya.
Dinas Pendidikan Jayawijaya berharap, melalui pertemuan dan verifikasi lapangan tersebut, persoalan distribusi guru, keaktifan mengajar, serta nasib tenaga honorer di daerah itu dapat ditata lebih baik ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....