Helena Tabuni Yigibalom Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Lanny Jaya

  • 11 Mei 2026 22:42 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Senin, (11/5/2026) menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Lanny Jaya setelah Helena Tabuni Yigibalom, S.Pd resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Lanny Jaya bersama tujuh Bunda PAUD kabupaten lainnya di Provinsi Papua Pegunungan.

Pengukuhan berlangsung di salah satu hotel di Wamena dan dipimpin langsung oleh Ketua Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan, Anggieta Bestari Tabo. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam sambutannya, Anggieta Bestari Tabo menegaskan bahwa pengukuhan Bunda PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Tanah Papua.

“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun generasi masa depan Papua. Karena itu dibutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan gizi yang baik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat demi menghadirkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas hingga ke pelosok Papua Pegunungan.

“Dengan kerja bersama dan pertolongan Tuhan, saya percaya kita mampu melahirkan generasi emas Papua,” tambahnya.

Sementara itu, usai resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Lanny Jaya, Helena Tabuni Yigibalom menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Lanny Jaya.

“Hari ini adalah momen bersejarah, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Lanny Jaya. Pengukuhan ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan hati,” kata Helena.

Menurutnya, anak-anak Papua merupakan generasi emas yang harus dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan yang berkualitas, penuh kasih, serta sesuai dengan budaya dan karakter masyarakat Papua.

Helena menegaskan bahwa peran Bunda PAUD bukan hanya simbol, melainkan sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Sebagai Bunda PAUD, saya akan berusaha menjadi jembatan antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Kita harus memastikan setiap anak, baik di kota maupun di pelosok kampung, mendapatkan hak yang sama atas pendidikan, pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan gizi yang baik. Tidak boleh ada anak Papua yang tertinggal,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, gereja, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk bersama-sama membangun layanan PAUD yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Lanny Jaya.

“Saya percaya, dengan kerja sama yang solid dan pertolongan Tuhan, kita mampu menghadirkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas hingga ke pelosok Lanny Jaya,” ujarnya.

Helena berharap amanah yang diberikan kepadanya dapat dijalankan dengan penuh dedikasi serta menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan pendidikan anak usia dini di Papua Pegunungan.

Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia Papua melalui pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....