Wabup Jayawijaya Imbau Hentikan Mobilisasi Masa ke Wamena
- 11 Mei 2026 10:06 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena -Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh kelompok masyarakat yang bertikai, baik dari pihak Woma, Kurima, maupun Lanny agar segera menghentikan mobilisasi massa ke arah Kota Wamena.
Penegasan itu disampaikan Wabup Elopere pada Sabtu (09/05/26) menyusul eskalasi konflik antar kelompok di Wamena belakangan ini yang dikhawatirkan dapat melumpuhkan aktivitas kota sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan.
Ronny Elopere sampaikan pernyataan itu setelah melakukan tinjauan langsung ke arah Kurima dan Wouma Atas (logon owa). Ronny mengungkapkan bahwa pergerakan massa dari berbagai kampung dan distrik masih terus berlangsung.
"Massa masih berdatangan terus dari beberapa distrik di wilayah Kurima. Pihak Lani juga massanya datang terus. Hal ini bisa merusak keamanan kota secara umum. Saya minta tolong, massa tidak boleh lagi mobilisasi masuk ke Wamena untuk melakukan perang," Imabunya.
Ia menekankan bahwa sebagai pusat pemerintahan provinsi, keamanan Wamena adalah tanggung jawab bersama. "Wamena ini milik kita bersama, pusat ekonomi. Jangan ada lagi perang-perang di sini. Cukup yang terjadi kemarin,"katanya.
Menanggapi instruksi Bupati Lani Jaya terkait dugaan penyanderaan warga, Ronny Elopere telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Berdasarkan keterangan pihak gereja setempat, isu penyanderaan tersebut tidak benar.
Wakil Bupati telah berkomunikasi dengan keluarga besar di Woma untuk menghentikan aksi provokasi sementara waktu. Fokus utama saat ini adalah memberikan kesempatan bagi keluarga korban untuk melakukan pencarian jenazah yang hanyut.
"Saya sudah minta keluarga di Woma untuk hentikan dulu teriak-teriak atau lari-lari. Kasih kesempatan keluarga Lani mencari jasad yang hanyut di kali. Kami semua turut berduka sedalam-dalamnya," ujar Ronny.
Meskipun pihak Wouma menyatakan hanya akan melakukan perlawanan jika diserang, Ronny tetap meminta semua pihak menahan diri. Ia menengarai konflik ini dipicu oleh ketidakpuasan terkait urusan denda adat yang tidak sesuai kesepakatan.
Selain itu, Ronny Elopere meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polsek Kimim, Bolakme, Kurulu, Asolokobal, hingga satuan Brimob, untuk memperketat penjagaan di titik-titik rawan guna menghalau mobilisasi massa lebih lanjut.
"Keluarga Kurima mohon tenang, tidak boleh bikin gerakan tambahan. Mari kita jaga kota ini agar tetap kondusif," pungkasnya. ( Amatus H)*
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....