Pemkab Tolikara MOU Penerbangan Subsidi dengan PT.Vast Intra Avia dan PT. EAI

  • 04 Mar 2026 19:06 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara resmi menjalin kerja sama layanan penerbangan subsidi untuk menjangkau wilayah terisolasi, terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Tolikara dengan dua maskapai yakni PT Vast Intra Avia dan PT Eya Aviation Indonesia, di Sentani, Rabu (4/3/2026).

Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos dalam sambutannya mengatakan, kebijakan kerja sama layanan penerbangan bersubsidi ini diambil guna memastikan pelayanan publik di 46 distrik tetap berjalan meski di tengah tantangan defisit anggaran dan resesi global.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas wilayah di Tolikara hanya dapat diakses melalui moda transportasi udara. Selama ini, akses darat menuju pelosok sangat berisiko dan memakan waktu berhari-hari melintasi hutan serta pegunungan.

"Akses darat sangat berisiko. Petugas medis dan guru harus berjalan kaki berhari-hari menyeberangi sungai dan gunung. Akibatnya, saat tiba di lokasi, stamina mereka terkuras habis. Inilah yang menyebabkan aparatur negara tidak betah dan pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan sering terhenti," ujar Bupati Willem Wandik.

Kondisi tersebut berdampak sistemik pada kesejahteraan warga, termasuk tingginya angka buta aksara di kalangan dewasa. Melalui subsidi penerbangan ini, pemerintah berupaya memperpendek rentang kendali pelayanan agar mobilisasi tenaga medis, guru, hingga distribusi logistik seperti gaji dan beras dapat berjalan lancar.

Bupati Willem Wandik juga mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan berat akibat ketidakstabilan penerimaan negara. Namun, ia memilih untuk tetap memprioritaskan sektor transportasi udara sebagai urat nadi pembangunan.

"Jika kita menunggu pembangunan jalan darat, itu akan memakan waktu terlalu lama. Kami memilih langkah berani ini agar anak-anak sekolah dan tenaga medis dapat bermobilisasi dengan mudah. Dana program ini bersumber dari kolaborasi APBN dan APBD," tambahnya.

Kerja sama ini juga diproyeksikan untuk mengakselerasi program nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih. Bupati Willem Wandik mengakui bahwa Tolikara mengalami keterlambatan dalam administrasi kependudukan (KTP dan KK) yang menjadi syarat program tersebut karena sulitnya mobilisasi warga dari desa ke kota.

"Dengan adanya pesawat subsidi, mobilisasi warga untuk pengurusan KTP dan KK akan lebih cepat, sehingga program MBG dan Koperasi Merah Putih bisa segera tuntas tahun ini," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, mewakili pihak PT Vast Intra Avia dan PT Eya Aviation, Chandra Gana menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan berkelanjutan dari Pemkab Tolikara. Ia menyebut visi pelayanan ke pedalaman yang dimiliki maskapai sejalan dengan misi pemerintah daerah.

"Ini adalah perpanjangan kerja sama yang kedua. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan bertanggung jawab penuh untuk mendukung pembangunan dan memastikan konektivitas di wilayah sulit Tolikara tetap terjaga," pungkas Chandra.

Diharapkan, dengan dibukanya akses udara yang rutin dan terjangkau, kualitas pendidikan dan kesehatan di Tolikara akan meningkat signifikan, sekaligus mampu menekan angka inflasi akibat tingginya biaya hidup di daerah terpencil.

Rekomendasi Berita