Tambah Kuota BBM di Jayawijaya, Pemerintah Mesti Usulkan ke BPH Migas
- 27 Feb 2026 08:16 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena: Untuk mendapatkan tambahan kuota BBM bersubsidi baik solar maupun pertalite di Jayawijaya, pemerintah harus mengusulkan tambahan kuota dengan cara menyurat ke BPH Migas agar pihak Pertamina bisa menindaklanjuti.
Demikian disampaikan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Selatan, Pegunungan Endruw Tambunan di Wamena (27/02/2026). Ia sampaikan hal ini sebagai respon atas permintaan Pemprov Papua Pegunungan bahwa perlu adanya tambahan kuota BBM di Jayawijaya sebagai ibukota Provinsi.
“Kita tidak mempungkiri itu, makanya kita selalu dorong pemerintah untuk mengusulkan kembali kebutuhan kuotanya, jangan sampai nanti Jayawijaya ini kurang dan tidak bisa menyalurkan subsidi solar maupun pertalite” Katanya.
Endruw Tambunan, mengakui Jayawijaya sebagai kota sentral dari 8 Kabupaten, kuota BBM nya juga melayani konsumen dari 8 Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. “Kita tidak menutup mata juga memang Jayawijaya ini sebagai hub jadi mau ke Tolikara, Lanny Jaya orang turunnya pasti di Jayawijaya, makanya kita dorong pemerintah Jayawijaya untuk mengusulkan” Beber Tambunan.
Lebih lanjut kata dia, sesuai prosedur, usulan dimaksud harus disampaikan kepada BPH Migas dan nanti akan ditindaklanjuti oleh Pertamina. “Karena yang menentukan kuota bukan kami (Pertamina) tapi BPH Migas, Pertamina hanya sebagai regulator untuk untuk penyaluran ke SPBU” jelas Tambunan.
Sebelumnya Asisten III Setda Papua Pegunungan, Dr. Lukas Kossay, SE, M.Si., mengatakan, setelah Jayawijaya menjadi Ibukota Provinsi, kebutuhan BBM terus meningkat sebab kendaraan dan konsumen pun terus meningkat di Jayawijaya.
“Tigas jenis BBM Subsidi perlu tambahan kuota di Jayawijaya karena semakin lama kendaraan semakin banyak, setelah kuotanya ditambah kita akan menggunakan barcode. Antrian panjang sudah menjadi tradisi jadi perlu tambahan kuota” Harapnya.