DPRP dan DPRK Harap Tak Ada Lagi Aksi Pemalangan di Popukoba
- 26 Feb 2026 10:03 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Setelah berhasil mediasi pembukaan palang kantor Distrik Popukoba, dua tokoh setempat imbau masyarakat untuk tidak lagi lakukan aksi serupa di waktu mendatang karena akan berdampak pada pelayanan publik bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan usai mediasi pemalangan kantor Distrik Popukoba pada Selasa 24 februari 2026. Sebelumnya kantor Distrik, Puskesmas dan SD Inpres Popukoba dipalang warga setempat sebagai bentuk protes atas pergantian kepala Distrik. Namun setelah 12 hari (13 – 24 februari) di palang, dibuka kembali setelah mediasi.
“Pemalangan kantor Distrik Popukoba, Puskesmas dan sekolah ini sebenarnya tidak terjadi, tapi karena kemarin terjadi pergantian kepala Distrik oleh Bupati Jayawijaya. Sehingga Kepalah Distrik yang lama [Andrias Wamu ] ini tidak terima dengan keputusan pak Bupati sehingga pak mantan kepala Distrik lama palang pintu masuk,” Kata MariuS Wamu Anggota DPRP Papua Pegunungan, kamis (26/02/2026).
Atas kejadian itu, Marius Wamu selaku anggota DPRP Papua Pegunungan yang juga putra asal Popukoba itu berharap kepada seluruh masyarakat Popukoba untuk tidak lagi terulang dengan cara palang – memalang fasilitas umum. “saya berharap, kedepan jangan lagi terulang seperti ini,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya, Agus Himan, bahwa menurutnya masalah pemalangan sudah selesai, berarti sudah tidak ada lagi palang - memalang kedepannya.
Selanjutnya, Agus Himan juga berpesan kepada kepalah Distrik yang baru untuk menjalankan roda Pemerintahan dengan baik, melakukan pendekatan kepada masyarakat Popukoba dan bersama-sama melakukan perubahan dan pembangunan (*).