Ketimpangan Harga Air Minum Lokal, DPRK Jayawijaya Gelar RDP

  • 23 Apr 2026 22:42 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Komisi B DPRK Jayawijaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen perusahaan air minum lokal yakni Akuen dan Pikeyro, pada Kamis (23/4/2026). RDP membahas tentang harga jual di tingkat pengecer serta pengawasan kualitas air untuk menjamin kesehatan masyarakat.

Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya, Yosep Lokobal mengatakan, pihaknya telah menerima keluhan terkait masyarakat atau konsumen terkait harga jual air minum produksi lokal di pasaran yang dinilai terlalu tinggi dan tidak wajar.

“Berdasarkan penjelasan manajemen, harga per karton air minum ukuran 330 ml berkisar antara Rp 85.000 hingga Rp 100.000. Jika dibagi 24 botol, harga modal per botol seharusnya berada di kisaran Rp 3.500 hingga Rp 4.000,” Katanya.

Yosep mengatakan, para pedagang di toko dan ruko seharusnya bisa menjual dengan margin keuntungan yang wajar, misalnya Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per botol. Namun, saat ini harga di pasaran mencapai Rp 10.000 per botol ukuran 600 ml.

“Keuntungan yang diambil pengecer saat ini sangat luar biasa dan memberatkan masyarakat. Oleh karena itu, kami mendesak dinas terkait untuk segera menerbitkan surat edaran mengenai harga eceran tertinggi. Kami juga meminta pengawasan bersama dilakukan di setiap toko dan ruko agar harga kembali stabil sesuai harga yang ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRK Jayawijaya, Yomi Kogoya, menyoroti aspek kesehatan sebagai prioritas utama dalam konsumsi air minum. Menurutnya, air minum adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipastikan keamanan dan kualitasnya.

“Kami menekankan kepada pihak perusahaan untuk lebih gencar melakukan sosialisasi terkait kualitas produk mereka. Hal ini penting agar masyarakat tidak salah dalam mengonsumsi air,” Kata Yomi Kogoya.

Selain itu, Yomi juga menyoroti keresahan masyarakat terkait maraknya peredaran air isi ulang di depot yang sering kali dikemas menggunakan botol merek asli. Fenomena ini menyebabkan kebingungan di kalangan konsumen.

“Banyak keluhan masyarakat terkait perbedaan kualitas antara air kemasan asli dan air depot yang dikemas menyerupai merek tertentu. Kami berharap masyarakat mendukung langkah pengawasan ini agar pelayanan perusahaan dan distribusi air minum di Jayawijaya benar-benar terjaga dan terjamin kualitasnya,” Ujarnya. (Amatus H)*

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....