Antisipasi Lonjakan Harga Barang, Komisi B DPRK Jayawijaya Gelar Hearing

  • 14 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena: Merespon gejolak harga kebutuhan pokok dan transportasi yang mulai dikeluhkan masyarakat, Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan beberapa stakeholder di Jayawijaya.

Kegiatan dipusatkan di ruang Banggar DPRK Jayawijaya pada Selasa (14/4/2026), dihadiri pihak Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, otoritas bandara, serta sejumlah maskapai dan asosiasi aviasi yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya, Yosep Lokobal mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap dampak situasi ekonomi global dan nasional yang mulai merembet ke wilayah Papua Pegunungan dan Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Katanya, dalam hearing terungkap bahwa isu utama yang memicu kekhawatiran adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat atau Avtur yang cukup signifikan. "Persoalan utamanya ada pada harga Avtur. Sebelumnya berada di kisaran Rp15.500, namun saat ini sudah melonjak hingga Rp25.000. Kenaikan yang mencapai lebih dari 60% ini otomatis akan memengaruhi harga tiket, BBM, hingga harga sembako di Wamena," ujarnya.

Meski dampak kenaikan ini belum terlihat sepenuhnya di pasar secara masif, pihaknya meminta semua pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah mitigasi. Awasi Spekulasi Harga di Lapangan sebelum melakukan hearing. Yosep Bilang, Komisi B telah lebih dulu turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan.

Oleh karena itu, Yosep menyayangkan adanya temuan oknum pedagang yang mulai memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. "Kami temukan di lapangan itu beberapa pedagang kedapatan menjual barang tidak sesuai harga standar."Jelasnya.

Sebagai komitmen pengawasan berkelanjutan, Yosep menegaskan DPRK Jayawijaya melalui fungsi pengawasannya akan terus mengawal perkembangan harga di pasar. Ia meminta Disperindag dan Dinas Perhubungan untuk menekan potensi inflasi agar tidak membebani masyarakat.

"Kami akan terus turun ke lapangan dan memanggil mitra terkait secara berkala untuk memantau perkembangan. Jangan sampai inflasi melonjak tinggi di luar harapan kita bersama. Kami akan pastikan pengawasan ini berjalan ketat," pungkasnya.(*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....