Komdigi Perketat Perlindungan Anak Lewat Klasifikasi Usia Game

  • 13 Okt 2025 08:24 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI secara resmi mewajibkan seluruh pengembang game untuk mencantumkan label klasifikasi usia pada produk digital mereka, efektif mulai Januari 2026. Kebijakan ini merupakan langkah serius pemerintah dalam melindungi pemain anak-anak dari paparan konten yang tidak sesuai dengan perkembangan usia mereka.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa penerapan klasifikasi ini akan menggunakan sistem Indonesia Game Rating System (IGRS). IGRS membagi kategori usia game menjadi: 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Selain itu, terdapat kategori khusus RC (Restricted Content) untuk game yang dinilai tidak layak beredar di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Komdigi menerapkan sistem penilaian mandiri (self-assessment). Setiap pengembang game diwajibkan untuk menilai dan menentukan sendiri kategori usia yang paling sesuai untuk produk mereka berdasarkan pedoman IGRS.

"Setiap developer harus bertanggung jawab menilai kategori usia game-nya sendiri. Namun, Komdigi akan melakukan pengecekan berkala dan audit untuk memastikan kepatuhan," jelas Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta.

Pemerintah tidak main-main dalam pengawasan kebijakan ini. Jika ditemukan ketidaksesuaian rating atau, lebih parah, pelanggaran konten seperti unsur pornografi atau perjudian di dalam game, Komdigi berhak mengambil tindakan tegas.

"Sanksi yang kami berikan bisa berupa peringatan hingga penutupan akses total terhadap game tersebut di Indonesia," tambahnya.

Menariknya, kebijakan kewajiban rating usia ini juga mencakup game buatan pengguna (user-generated content atau UGC) yang dimainkan dan beredar luas di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Komdigi untuk mencakup seluruh ekosistem digital game, terlepas dari siapa pengembang utamanya.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem gaming yang lebih sehat dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada orang tua dan calon pemain mengenai kesesuaian konten sebelum mereka mengunduh atau memainkan sebuah game.

Rekomendasi Berita