Kemenhaj Jayawijaya: Jamaah Haji Berangkat Dua Kloter Tahun Ini

  • 24 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jayawijaya, Nurhayati, menyampaikan jadwal keberangkatan jamaah haji asal Jayawijaya pada musim haji 2026, usai kegiatan pelepasan di Wamena. Nurhayati menjelaskan, seluruh jamaah haji akan mulai masuk Asrama Haji Sudiang Makassar Sulawesi Seleatan, pada 12 Mei 2026 dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 13 Mei 2026 untuk Kloter 31.

“Setelah pelepasan ini, jamaah akan masuk asrama haji tanggal 12 Mei dan terbang tanggal 13 Mei untuk Kloter 31,” ujarnya disela kegiatan pelepasan jamaah haji Jayawijaya, di Gegung Baiturrahman, Jumat (24/4/2026).

Ia merinci, jamaah haji asal Jayawijaya terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 27 sebanyak satu orang dan Kloter 31 sebanyak 41 orang. “Untuk Kloter 27 hanya satu orang, karena ada jamaah dari Kota Jayapura yang membatalkan keberangkatan, sehingga diminta satu jamaah dari Jayawijaya untuk bergabung, dan itu atas persetujuan yang bersangkutan,” jelasnya.

Dari sisi jumlah, Nurhayati menyebut terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jamaah haji asal Jayawijaya berjumlah 37 orang, sementara tahun ini meningkat menjadi 42 orang.

“Jumlah daftar tunggu sampai hari ini mencapai 1.317 orang. Jamaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar sejak tahun 2013,” katanya.

Ia menambahkan, masa tunggu keberangkatan haji saat ini telah ditetapkan secara nasional, yakni sekitar 26 tahun. Dalam penentuan keberangkatan, terdapat pula prioritas bagi lanjut usia (lansia) serta kebijakan pendamping bagi jamaah tertentu.

Sementara itu, salah satu jamaah haji yang juga Ketua Rombongan 7 Kloter 31, Yoyo Iwik Sriyoto, mengaku haru dan bersyukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Perasaan kami tentu sangat bangga dan terharu, bahkan sampai ingin menangis karena kebahagiaan dipanggil ke Tanah Suci,” ungkapnya.

Ia membandingkan masa tunggu haji saat ini dengan kondisi dua dekade lalu yang jauh lebih singkat. “Dulu sekitar tahun 2001 sampai 2003, menunggu dua sampai tiga tahun sudah bisa berangkat. Sekarang harus menunggu hingga 26 tahun, jadi ini benar-benar anugerah luar biasa dari Allah,” katanya.

Yoyo berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....