Pria Tewas Ditikam Adik Kandung di Terminal Pasar Baru Wamena
- 21 Apr 2026 12:40 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Aparat Kepolisian dari Polres Jayawijaya tengah menangani kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia di Terminal Pasar Baru Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (14/4/2026).
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I.K., melalui Kasat Reskrim IPTU Marcelino Rumambi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIT.
Korban diketahui bernama Nerlus Wenda (28), seorang petani asal Distrik Pisugi. Sementara itu, terduga pelaku berinisial DW (24), yang merupakan adik kandung korban.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban dan pelaku bersama sejumlah rekan mereka mengonsumsi minuman keras jenis CT sejak malam hari sekitar pukul 22.00 WIT.
Insiden bermula saat pelaku menanyakan keberadaan telepon genggam miliknya kepada korban. Namun, korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.
Diduga karena emosi, pelaku kemudian mengambil speaker milik korban dan mengancam akan membakarnya. Hal itu memicu adu mulut antara keduanya.
“Saksi di lokasi sempat melerai pertengkaran, namun pelaku tiba-tiba menikam korban sebanyak satu kali,” ungkap Kasat Reskrim.
Akibat tikaman tersebut, korban terjatuh dengan luka tusuk di bagian bahu kiri. Korban kemudian dibawa ke RSUD Wamena menggunakan ojek bersama saksi dan rekan lainnya.
Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke ruang jenazah untuk keperluan visum.
Polisi yang menerima laporan sekitar pukul 06.55 WIT langsung menuju RSUD Wamena untuk melakukan pengecekan, pendataan, serta mengumpulkan keterangan saksi.
Dalam penanganan awal, aparat telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut, serta sejumlah barang bukti lainnya.
Kasat Reskrim menyatakan pihaknya akan terus melanjutkan proses penyelidikan, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara setelah proses visum selesai.
“Kasus ini masih dalam penanganan. Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap secara lengkap kronologi serta motif kejadian,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu tindakan kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....