Penipuan Digital Kian Marak, Masyarakat Harus Waspada
- 03 Okt 2025 08:42 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Penipuan berbasis teknologi semakin marak, memanfaatkan perkembangan digital untuk menjerat korban. Dari phishing hingga deepfake, modus yang dipakai semakin sulit dibedakan dengan komunikasi asli.
Salah satu kasus terbaru yang terjadi di mana pelaku menggunakan suara tiruan AI untuk menelpon keluarga korban dan berpura-pura sebagai kerabat yang butuh uang darurat lalu meminta transfer mendesak atau menyertakan tautan palsu untuk login/konfirmasi akun.
Selain itu, laporan dari pihak berwajib juga mencatat peningkatan penipuan lewat tautan palsu marketplace. Pelaku menawarkan barang dengan harga murah, lalu menghilang setelah pembayaran diterima.
Untuk mengantisipasi, masyarakat diminta selalu memeriksa alamat situs, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta tidak terburu-buru melakukan transaksi. Bila SMS, WA, email, atau pesan medsos mengandung link yang mengaku dari bank, marketplace, atau sebagainya dan meminta login / transfer, sebaiknya verifikasi ke sumber resmi dulu (call center, situs resmi, atau aplikasi resmi). Edukasi keluarga tentang ciri-ciri penipuan digital juga menjadi langkah penting.
Dengan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat bisa menikmati manfaat teknologi tanpa harus terjerat kejahatan online yang makin kreatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....