2 Orang Pekerja Bangunan Ditembak OTK

  • 04 Jun 2025 22:42 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena : Rabu pagi warga Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan kembali dihebohkan dengan adanya peristiwa penembakan dua orang pekerja bangunan yang dilakukan oleh orang tak dikenal bertempat di distrik Asotipo, Kampung Kuantapo, Air Garam.

Kedua Korban Penembakan yang merupakan Tukang (pekerja bangunan) atas nama Rahmad Hidayat (45) dan Saepudin (39) merupakan warga asal Purwakarta Jawa Barat.

Kepala Kampung Kuantapo sekaligus ketua panitia pembangunan Gereja GKI Imanuel Jemaat Air Garam Yustinus Kuan mengakui mendengar adanya tembakan sebanyak dua kali,

“Tadi pagi kita sama-sama kerja cor tiang pembangunan gereja, setelah itu saya masuk kedalam gereja duduk sambil bermain hp, sementara kedua korban tetap melanjutkan pekerjaan plesteran tembok bangunan".

Sekitar 10 Menit Kemudian pada Pukul 08:30 WIT Saksi Mendengar kedua tukang lari kearah jalan besar yang diduga dikejar oleh orang tak dikenal (OTK) kemudian mendengar dua kali tembakan.

“Saya hanya mendengar bunyi tembakan itu saya keluar kearah jalan besar dan ternyata kedua korban sudah terkapar dijalan dalam keadaan tertembak. Saya dengar bunyi tembakan saja dan saya kesitu saya punya tukang tewas,” jelasnya.

Kedua Korban bersama beberapa rekanya telah mengerjakan bangunan Gereja GKI Jemaat Emanuel Air Garam sejak Februari lalu namun rekan-rekan pekerja yang lainnya setelah Gereja di tutup telah pulang ke kampung halamannya sedangkan kedua orang pekerja yang menjadi korban penembakan ini tetap berada di kampung Kuantapo guna menyelesaikan pekerjaan lainnya seperti finishing.

“Kami tadi sudah menghubungi dan berkomunikasi dengan keluarga korban, untuk jenazah kedua korban kemungkinan kamis pagi akan diterbangkan dari Wamena ke kampung halamannya di Purwakarta Jawa Barat,” ujarnya.

Saksi yang merupakan kepala kampung itu menjelaskan bahwa selama ini kampung halamannya sangatlah aman, sehingga dengan adanya peristiwa ini membuat pihaknya sangat terpukul dan kaget. Oleh karena itu Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu pihak gereja memulangkan jenazah korban ke kampung halamannya.

Setelah dievakuasi dari TKP ke Rumah sakit umum daerah Wamena, Jenazah kedua korban sore kemarin diantar ke Masjid Agung Baiturrahman Wamena untuk di Mandikan dan disemayamkan di sana dan akan diterbangkan ke kampung halamannya pada hari kamis (5 Juni 2025).-

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....