Chris Evans Mengaku Lebih Pilih Team Iron Man setelah 10 Tahun Civil War
- 13 Sep 2026 12:04 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Chris Evans memberikan pengakuan mengejutkan tentang pandangannya terhadap konflik Captain America: Civil War setelah satu dekade berlalu sejak film tersebut dirilis.
- Wawancara kilas balik dilakukan bersama Iman Vellani (Ms. Marvel) dan Frank Alvarez di kanal YouTube resmi Marvel Entertainment pada 10 September 2024.
- Perselisihan antara Steve Rogers (Captain America) dan Tony Stark (Iron Man) menjadi fokus diskusi, menunjukkan relevansi konflik MCU yang masih diingat penggemar hingga kini.
RRI.CO.ID, LOS ANGELES — Satu dekade berlalu sejak konflik internal paling legendaris di Marvel Cinematic Universe (MCU) memecah belah para superhero, sang pemeran ikonik Captain America, Chris Evans, justru melontarkan pengakuan yang mengejutkan para penggemar.
Dalam sesi wawancara kilas balik Captain America: Civil War bersama Iman Vellani (Ms. Marvel) dan Frank Alvarez di kanal YouTube resmi Marvel Entertainment (10/9), Evans ditanya mengenai pandangannya terkait perselisihan antara Steve Rogers dan Tony Stark setelah sekian lama.
Evans secara terbuka mengakui bahwa meski karakternya gigih menolak Sokovia Accords, pandangan pribadinya sebagai manusia di dunia nyata justru berada di pihak yang berseberangan.
"Secara karakter, aku tentu berdiri di posisi Team Cap. Tapi secara pribadi? Aku mungkin berada di Team Iron Man. Aku tahu ini kedengarannya cukup kontroversial," ujar Chris Evans.
Pernyataan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan fanbase Marvel global. Dalam film Civil War (2016), konflik berpusat pada perdebatan apakah pahlawan super harus beroperasi di bawah pengawasan pemerintah (disetujui oleh Iron Man) atau tetap independen tanpa campur tangan politik (dibela oleh Captain America).
Meskipun secara akting Evans berhasil menghidupkan sosok Steve Rogers yang teguh membela kebebasan serta prinsipnya, ia merasa bahwa dari sudut pandang logika dan dunia nyata, regulasi serta akuntabilitas bagi individu yang memiliki kekuatan super ekstrem sangatlah masuk akal.
Pengakuan ini dinilai sebagai lelucon sekaligus refleksi menarik setelah 10 tahun berlalu, membuktikan bahwa perdebatan ideologi antara Team Cap dan Team Iron Man masih tetap relevan dan menarik untuk dibahas hingga hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....