Clash of Champions Season 3 Memasuki Top 16, Kejutan Babak Baru Champions Residence

  • 03 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Episode 11 Clash of Champions Season 3 menjadi titik balik penting yang menentukan Top 16 Champions yang melanjut ke fase permainan berikutnya.
  • Enam peserta akan pulang setelah bertarung di arena Mysterious Scatter dalam episode yang penuh intrik dan drama strategi.
  • Kompetisi ini menampilkan kombinasi kecerdasan numerik dan linguistik dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat antar peserta.

RRI.CO.ID, JAKARTA — Persaingan ketat di ajang kompetisi akademik paling bergengsi, Clash of Champions (CoC) Season 3 persembahan Ruangguru, kembali membakar semangat para penonton pada Episode 11. Tayangan resmi yang diunggah melalui kanal YouTube Ruangguru ini menyajikan kombinasi intrik, kecerdasan numerik dan linguistik, hingga drama strategi antar peserta yang kian memuncak.

Episode kali ini menjadi titik balik penting karena menentukan Top 16 Champions yang berhak melangkah ke fase baru permainan, sekaligus memulangkan enam peserta lainnya setelah bertarung di arena Mysterious Scatter.

Episode 11 dibuka dengan pengumuman dramatis babak Death Match. Bunayya dari ITB menunjukkan performa impresif dengan menjadi yang tercepat dalam menjawab soal, diikuti oleh Ryan dari sekolah Kedinasan PPI Curug yang berhasil mengamankan slot terakhir.

Keberhasilan ini mengukuhkan jajaran 22 mahasiswa terbaik yang siap berlaga di babak selanjutnya, sementara beberapa peserta favorit seperti Nuha, Ben, dan Kafka harus merelakan perjalanan mereka berakhir di panggung CoC Season 3.

Memasuki arena utama Top 22, para Champions disambut oleh Game Master Marcus Sage untuk menghadapi tantangan bertajuk Mysterious Scatter. Peserta pertama yang mengumpulkan 25 anagram atau 16 peserta tercepat dengan jumlah anagram terbanyak dalam durasi 45 menit otomatis melaju ke babak berikutnya.

Tantangan ini menuntut kecepatan analisis matematis sekaligus penguasaan kosakata bahasa Inggris yang luas, membuat persaingan berjalan sengit sejak menit awal. Setelah melewati durasi 45 menit yang menegangkan, Daren dari Nanyang Technological University (NTU) keluar sebagai juara pertama dengan meraih skor 25 anagram.

Kejutan besar terjadi setelah penentuan Top 16. Para peserta tidak lagi bertanding secara instan di arena, melainkan dipindahkan ke tempat penginapan khusus bertajuk Champions Residence. Format acara bergeser menjadi lebih bernuansa reality show, di mana strategi psikologis dan interaksi sosial menjadi kunci utama.

Setiap peserta dibekali 10 koin awal. Jumlah koin ini akan menentukan posisi aman dan eliminasi di tantangan selanjutnya. Memasuki sesi malam hari, atmosfer di Champions Residence dipenuhi manuver taktis. Berbagai aliansi mulai terbentuk untuk mengamankan poin bersama.

Beberapa peserta seperti Azka, Thomas, dan Jordan terlihat aktif mendekati peserta lain, memicu trust issue dan dugaan potensi manipulatif menjelang penentuan pasangan. Dengan diterapkannya sistem koin di Champions Residence, tantangan mendatang tidak hanya menguji ketajaman otak, tetapi juga kelihaian berdiplomasi dan menjaga kepercayaan antar peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....