Monster Pabrik Rambut, Angkat Horor Dunia Kerja ke Panggung Internasional.

  • 05 Mei 2026 08:55 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID –Wamena, Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah global melalui film horor-fantasi “Monster Pabrik Rambut” karya sutradara Edwin. Film ini sebelumnya sukses mencuri perhatian dalam ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) Special Midnight 2026. Film yang ditulis bersama novelis Eka Kurniawan ini menghadirkan cerita unik dengan menggabungkan unsur horor, fantasi, serta kritik sosial terhadap kerasnya dunia kerja.

“Monster Pabrik Rambut” dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026. Sejak debut dunianya pada Februari 2026 di Berlin, film ini mendapat respons positif dari kritikus internasional berkat visualnya yang berani dan narasi yang mendalam.

Film ini juga diperkuat oleh deretan aktor ternama seperti Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, serta Didik Nini Thowok.

Sinopsis: Misteri di Balik Pabrik Rambut

Cerita berfokus pada Putri (Rachel Amanda) yang harus menerima kenyataan pahit setelah ibunya meninggal secara misterius usai bekerja di sebuah pabrik rambut milik Maryati (Didik Nini Thowok).

Pihak pabrik menyatakan kematian tersebut sebagai bunuh diri akibat kelelahan. Namun, Ida (Lutesha), adik Putri, meyakini ada kekuatan gelap yang terlibat.

Untuk mengungkap kebenaran, Ida nekat bekerja di pabrik tersebut dan mengambil shift malam. Di sisi lain, Bona (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka yang memiliki kemampuan regenerasi tubuh, mulai menjadi target sosok hitam misterius yang menghuni pabrik.

Daya Tarik Film

Film ini dinilai layak ditonton karena menghadirkan beberapa keunggulan, antara lain:

* Sutradara Berkelas Dunia

Edwin dikenal sebagai peraih penghargaan internasional seperti Golden Leopard.

* Kritik Sosial Relevan

Cerita menyoroti fenomena “lembur ekstrem” yang dikemas dalam balutan horor.

* Original Soundtrack Unik

Lagu berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” yang dibawakan Sal Priadi menambah nuansa ironis sekaligus mencekam.

Film ini diharapkan menjadi salah satu tonggak baru perfilman Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....