Alasan Daniel Radcliffe Enggan Nonton Ulang Harry Potter
- 19 Feb 2026 07:32 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, menyaksikan Daniel Radcliffe tumbuh besar sebagai Harry Potter adalah pengalaman magis yang tak tergantikan. Namun, siapa sangka sang aktor utama justru merasakan hal yang sebaliknya.
Dalam wawancara terbaru bersama Screen Rant, Radcliffe blak-blakan mengakui bahwa ia jarang sekali menonton ulang delapan film yang membesarkan namanya tersebut. Ia menyebutkan hanya pernah menonton film-film Harry Potter sebanyak satu atau dua kali sepanjang hidupnya.

Alasan di balik keengganannya ternyata sangat manusiawi: Rasa malu. Radcliffe mengungkapkan bahwa ia memiliki kesulitan melihat aktingnya di masa lalu, sebuah perasaan yang sering dialami oleh banyak orang saat melihat "versi lama" diri mereka.
"Saya benci melihat diri saya sendiri, secara umum," ujar Radcliffe jujur.
Aktor asal Inggris ini menjelaskan bahwa perspektifnya berubah seiring bertambahnya usia. Ia merasa lebih mudah mentoleransi film-film awal (seperti The Sorcerer's Stone) karena jarak waktu yang sangat jauh.
Melihat dirinya di usia 10 atau 11 tahun terasa seperti melihat orang yang berbeda, sementara melihat dirinya di masa remaja justru terasa lebih memalukan.

Menariknya, Radcliffe justru menyambut positif rencana reboot serial Harry Potter yang tengah digarap oleh HBO. Ia bahkan berseloroh tentang bagaimana ia akan memperkenalkan dunia sihir tersebut kepada anaknya di masa depan.
Radcliffe meminta publik untuk memberikan ruang bagi jajaran aktor baru nanti agar mereka bisa bereksperimen dan menemukan jati diri karakter tanpa bayang-bayang kesuksesan film orisinal.
Ia mengaku mungkin akan lebih menikmati versi serial tersebut karena ia tidak harus melihat wajahnya sendiri di layar. "Saya mungkin akan menunjukkan (versi reboot) itu kepada anak saya, jadi dia tidak perlu menonton saya," candanya.

Fenomena yang dialami Radcliffe sebenarnya sangat umum di dunia psikologi. Melihat foto atau video lama sering kali memicu respons cringe karena adanya kesenjangan antara identitas kita saat ini dengan kemampuan atau penampilan kita di masa lalu.
Bagi Radcliffe, film Harry Potter bukan sekadar karya seni, melainkan "rekaman masa pubertas" yang disaksikan oleh seluruh dunia. Jadi, wajar saja jika ia lebih memilih untuk menatap masa depan daripada bernostalgia dengan tongkat sihirnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....