Bakiak, Permainan Tradisional yang Terus Dilestarikan
- 01 Okt 2025 16:17 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Bakiak, salah satu permainan tradisional Indonesia, masih menjadi daya tarik tersendiri di berbagai daerah. Permainan ini menggunakan alas kayu panjang yang dipasang tali atau karet, dimainkan oleh beberapa orang sekaligus dengan cara berjalan beriringan. Kekompakan menjadi kunci utama untuk bisa mencapai garis akhir.
Permainan bakiak umumnya dimainkan dalam berbagai lomba rakyat, terutama saat perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun kerap ikut serta demi memeriahkan suasana. Selain menumbuhkan semangat kebersamaan, permainan ini juga menjadi sarana hiburan sederhana yang merakyat.
Bakiak memiliki nilai edukasi yang tinggi, karena mengajarkan koordinasi, kekompakan, serta pentingnya kerja sama tim. Para pemain harus melangkah serentak agar bisa berjalan dengan baik. Jika tidak, mereka akan terjatuh atau kesulitan bergerak. Nilai-nilai inilah yang membuat permainan bakiak relevan untuk dikenalkan kembali pada generasi muda.
Di tengah gempuran permainan modern berbasis teknologi, bakiak tetap mendapat tempat di hati masyarakat. Sejumlah sekolah bahkan menjadikan permainan ini sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler untuk menanamkan semangat sportivitas dan melestarikan budaya lokal.
Menurut pengamat budaya, melestarikan permainan tradisional seperti bakiak merupakan upaya menjaga identitas bangsa. Selain memperkuat interaksi sosial, permainan ini juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkaya khasanah kearifan lokal Indonesia.
Pemerintah daerah dan komunitas masyarakat di berbagai wilayah terus berupaya melestarikan permainan bakiak. Dengan dukungan generasi muda, diharapkan bakiak tidak hanya bertahan sebagai lomba rakyat tahunan, tetapi juga berkembang menjadi warisan budaya yang dikenang lintas zaman. (Salsabila)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....