Merdeka untuk Berdiri di Kaki Sendiri dan Memulai dari Nol
- 18 Agt 2026 10:30 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Suasana khidmat menyelimuti Wamena pada Senin, 17 Agustus 2026. Di bawah langit biru provinsi baru Papua Pegunungan, upacara peringatan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremonial tahunan.
Bagi provinsi yang baru mekar ini, momen ini menandai tahun kedua kepemimpinan definitif Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol. Sebuah fase krusial di mana fondasi sebuah peradaban baru sedang diletakkan.
Usai upacara, dengan raut wajah optimis, Gubernur John Tabo berbicara mendalam kepada RRI Wamena. Pesannya singkat namun kuat: "Tidak akan ada perubahan tanpa ada yang memulainya."
Menjemput Perubahan, Bukan Menunggu Keajaiban
Sebagai nakhoda pertama pada provinsi baru di tanah Papua ini, John Tabo tidak menjanjikan kenikmatan instan atau hasil sulap yang serba ada. Ia justru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani menghadapi realitas dan ikut memulai.
"Saya selaku gubernur yang pertama di Papua Pegunungan, provinsi baru ini, mengharapkan supaya kita memulai dari nol," ujarnya lugas.
Bagi John Tabo, mengisi kemerdekaan di provinsi baru tidak bisa dilakukan dengan berpangku tangan. Perubahan tidak akan jatuh begitu saja seperti embun di pagi hari.
"Perubahan tidak akan turun sendiri dari langit. Kita sendirilah yang harus menjadi agen perubahan itu dengan cara memulai. Tidak ada malaikat surga yang datang pimpin negeri ini, hanya kita yang akan memperbaiki diri kita sendiri," tegas John Tabo.
Estafet Masa Depan di Pundak Generasi Muda
Fokus utama pembangunan Papua Pegunungan kini diarahkan pada investasi manusia. Oleh karena itu, ia mengetuk hati anak-anak muda di delapan kabupaten cakupan untuk mengambil peran utama.
Ia meminta generasi muda giat belajar dan menuntut ilmu sedalam-dalamnya. Langkah kaki John Tabo dan Ones Pahabol hari ini hanyalah babak perintisan (legacy) untuk meletakkan dasar pembangunan yang kokoh di sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
"Semua itu akan menjadi berkat. Lima atau sepuluh tahun yang akan datang, adik-adik inilah yang akan menikmati dan merasakan hasilnya. Mari kita rasa memiliki kemerdekaan ini dengan menjiwai dengan baik," tuturnya.
Memiliki Kekurangan Bersama, Bangkit Bersama
Membangun sebuah provinsi baru dari titik nol tentu bukan perkara mudah. Tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas membayangi setiap upaya pemerintahan. Namun, John Tabo mengingatkan bahwa kekurangan yang ada saat ini adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar rapor merah bagi pemerintah.
Sebaliknya, kelebihan dan pencapaian yang diraih adalah kebanggaan bersama seluruh rakyat Papua Pegunungan. Hubungan emosional dan rasa memiliki (sense of belonging) inilah yang ingin ia tanamkan ke seluruh pelosok daerah.
Tujuan besarnya sangat jelas: membawa Orang Asli Papua (OAP) di wilayah pegunungan untuk bangkit, berdaya, dan mandiri di atas kaki sendiri.
Langkah awal dari nol ini mungkin terasa berat, namun arahnya sudah pasti. "Oleh karena itu, kami terus memacu hari esok lebih baik dari hari-hari kemarin. Tuhan Yesus berkati," ucap John Tabo menutup dengan optimisme.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....