Guru Jayawijaya Dibekali PM dan Koding Kecerdasan Artifsial
- 06 Nov 2025 15:21 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Puluhan guru di Kabupaten Jayawijaya, provinsi Papua Pegunungan mengikuti pembelajaran mendalam (PM) dan koding kecerdasan artifisial (KKA). Kegiatan yang dilakukan selama 3 bulan tersebut resmi ditutup pada, Kamis (06/11/2025) dalam gelar karya talk show di SMA Negeri 1 Wamena.
Koordinator program PM dan KKA Amuli Deni Irianto Matuan mengatakan, PM dan KKA merupakan kegiatan prioritas dari pemerintah pusat yang harus diterapkan oleh guru dan satuan pendidikan untuk mengembangkan proses pembelajaran di sekolah. PM dimaksudkan untuk pembelajaran yang bermakna, berkesadaran dan membanggakan.
Hal ini ditekankan agar para guru agar pembelajaran bukan hanya sekedar mentransfer ilmu tetapi bermakna bagi peserta didik sehingga dicanangkan pembelajaran mendalam yang merupakan pendekatan yang digunakan dalam kurikulum merdeka” Katanya.
Sementara itu, koding kecerdasan (KK) Artifisial merupakan pengaplikasian digitalisasi dalam proses pembelajaran. KK dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk merencanakan media ajar bagi anak-anak agar pembelajaran lebih kreatif dan bermakna.
“Dalam pembelajaran ini juga kepala sekolah dilatih untuk menyusun visi misi dan tujuan pembelajaran yang selaras dengan PM berdasarkan tahapan inquiry kolaboratif. Begitu juga dengan guru – guru diajarkan menyusun RPP yang sesuai dengan PM” ujar Deni Matuan.

Sejumlah guru saat berfoto disela penutupan kegiatan (RRI/Ronny)
Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya Bambang Budiandoyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan, PM dan KKA sejatinya merupakan bagian dari perubahan teknologi dan tuntutan zaman, sehingga para guru di Jayawijaya harus melakukan penyesuaian dengan kebijakan baru dari Kementerian tersebut.
“Sebenarnya hampir sama dengan kurikulum sebelumnya Cuma ada beberapa perbaikan supaya efektifitas kegiatan belajar itu lebih bagus. Disamping itu karena perubahan teknologi dan zaman maka setiap daerah harus melakukan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial” katanya, sembari menyebut penerapan PM dan KKA dilakukan mulai tahun depan.
Bambang mengatakan, dengan adanya PM dan KKA ini, kedepan diharapkan dunia pendidikan menguasai teknologi dan berbagai macam aplikasi terutama terkait kecerdasan artifisial (AI). Akan tetapi dalam penerapannya harus tetap mengutamakan etika.
“Jadi kita berharap kedepan kita bisa mengimplementasikan baik melalui wilayah – wilayah kerja di Jayawijaya maupun melalui kelompok kerja guru baik guru K3S maupun MGMP yang ada di sekolah – sekolah di Kabupaten Jayawijaya. Anak – anak juga memahami teknologi” Harapnya.
Puluhan guru yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari 8 SD, 7 SMP, 1 SMK dan 3 SMA di Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan secara resmi ditutup oleh Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten I Sekta Drs. Tinggal Wusono,M.AP (*).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....