Robert Rouw: Didukung BMKG, Petani Papua Harus Modern
- 25 Okt 2025 11:47 WIB
- Wamena
KBRN, Wamena: Melalui dukungan informasi cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), hendaknya petani di tanah Papua tidak lagi bertani secara tradisional akan tetapi bisa bisa lebih maju dan menuju pertanian modern sebagaimana daerah lain di indonesia.
Harapan tersebut disampaikan Wakil ketua Komisi V DPR-RI Roberth Rouw, usai membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) tematik tahun 2025 yang digelar oleh BMKG Papua di Wamena, Sabtu (25/10/25). Katanya, informasi iklim sangat penting untuk petani merencanakan kegiatan pertaniannya.
“Maka saya ingin para petani kita ini tidak lagi dengan memakai cara-cara tradisional dengan mengukur iklim secara tradisional tapi masyarakat Papua sudah harus bisa sejajar dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka belum tahu tentang bagaimana perubahan iklim yang ada, maka hari ini kita lakukan sekolah lapang ini agar mereka juga bisa tahu informasi iklim, bagaimana situasi cuaca yang ada di daerah ini.” Kata Roberth Rouw.

Petani Jayawijaya peserta SLI Tematik 2025 (RRI/Ronny)
“Komunikasi ini dengan petani harus jalan, karena selama ini mungkin petani kami ini tidak mengerti , belum tahu BMKG ini seperti apa, padahal ini adalah hak petani, hak rakyat untuk mendapat informasi tentang iklim ini” Kata Rouw yang sejak rabu lalu sudah kunjungi petani di beberapa Distrik di Jayawijaya.
Oleh karena itu, dengan adanya SLI melalui BMKG tersebut hendaknya bisa bermanfaat bagi petani di Jayawijaya dalam mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pertaniannya. Dengan pemahaman iklim yang baik oleh petani, kedepan diharapkan Jayawijaya menjadi lumbung padi.
“(Sehingga) tidak lagi Papua Pegunungan nanti datangkan beras dari luar, karena saya kira lahan yang sudah tersedia untuk tanam padi. Kemarin saya dapat info ada lahan sekitar 7.800 hektar ini kalo sudah dibuka semua saya kira Wamena tidak butuh lagi datangkan beras dari luar” Harap Robert Rouw.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah V, Juztuz Rumakiek S.Si., mengatakan, untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta tentang literasi iklim, sekolah tersebut akan dilakukan pre-test dan post-test bagi peserta. Katanya, sekolah ini juga dimaksudkan agar petani punya siklus pertanian yang tertata baik.
“Harapan kami bahwa petani itu bisa memahami tentang iklim. Bagaimana menggunakan iklim untuk bisa membuat jadwal, kapan harus menanam, kapan harus bikin lahan, karena dengan pengetahuan iklim yang bagus harapan kami bahwa petani ini bisa mendapatkan hasil lebih baik karena Wamena ini cuacanya sering berubah cepat dan sering terjadi hujan es” Katanya.
Oleh karena itu, dengan adanya sekolah lapang iklim ini, pihaknya juga berharap agar memberikan edukasi yang mendalam tentang iklim, sehingga para petani bisa memahami tentang iklim yang berkontribusi langsung dengan hasil pertanian.
“Maka kami juga bersyukur komisi 5 mensupport kami sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan kegiatan ini, dengan harapan bahwa pemerintah daerah dan stakeholder yang ada di Wamena ini bisa sama – sama saling mendukung dalam mensukseskan kegiatan sekolah lapang iklim ini” Harap Rumakiek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....