Tinus Wetipo Membangun Mimpi dari Kayu Bekas dan Filosofi "Hati Baik" di Hulkam Cafe

  • 03 Mei 2026 08:51 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, WAMENA – Di tengah keterbatasan, kreativitas sering kali menjadi senjata paling ampuh. Inilah yang dibuktikan oleh Tinus Wetipo, seorang pemuda asli Papua Pegunungan yang berhasil mendirikan Hulkam Cafe di Wamena dengan cara yang tidak biasa.

Bukan dibangun dengan beton dan semen mahal, kafe ini berdiri megah di atas kemandirian dan pemanfaatan material alam.

Tinus mengakui bahwa alasan utama penggunaan material kayu bekas dan bahan dari hutan adalah keterbatasan biaya. Baginya, harga material bangunan modern seperti semen dan batu bata terlalu tinggi untuk dijangkau.

Namun, alih-alih menyerah, Tinus justru melihat hal ini sebagai peluang untuk berinovasi melalui konsep "Honai Kreatif".

"Modal utama bukanlah uang, melainkan tangan yang mau bekerja dan tekad yang kuat," ujar Tinus dalam sebuah podcast bersama RRI.

Ia memanfaatkan apa yang tersedia di alam dan barang-barang bekas, bahkan hingga paku bekas sekalipun, untuk membangun kafenya secara mandiri tanpa bantuan modal besar.

Hulkam Cafe bukan sekadar tempat minum kopi. Nama "Hulkam" sendiri diambil dari singkatan daerah asalnya, Huleikama. Desain kafe ini sengaja dibuat kental dengan budaya lokal Papua agar terasa lebih selaras dengan alam sekitarnya.

Selain Hulkam, Tinus juga menyematkan nama "Wana Wali" yang memiliki makna mendalam. Wana, berasal dari bahasa daerah Yali tempat Tinus lahir yang berarti sesuatu yang bermakna atau baik.

Wali, berasal dari istilah di Wamena yang juga berarti kebaikan. Secara utuh, Wanawali berarti "Hati yang Baik". Tinus berharap kafenya menjadi wadah yang membawa semangat kebaikan bagi setiap pengunjung.

Keberhasilan Tinus membangun kafe yang kini progres pembangunannya mencapai 40% ini tidak lepas dari masa lalunya yang keras. Tinus sempat putus sekolah di kelas 4 SD karena harus membantu orang tua angkatnya menggembala kambing dan bekerja sebagai pembantu di lingkungan tentara.

Inspirasi usahanya justru datang dari hal sederhana: sebuah gerobak bekas yang ia temukan di mall. Terinspirasi dari film Transformers, ia melihat gerobak tersebut sebagai sesuatu yang kecil namun bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang besar.

Kini, sambil terus mengembangkan kafenya secara bertahap, Tinus memiliki misi sosial yang mulia. Ia ingin memberdayakan anak-anak muda setempat yang putus sekolah agar bisa belajar dan maju bersama.

Melalui Hulkam Cafe, Tinus Wetipo membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan dan biaya bukanlah penghalang untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi bagi masyarakat dan budaya Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....