Strategi UMKM Yahocap Bertahan Andalkan Produk Lokal Papua Pegunungan
- 02 Mei 2026 03:27 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, WAMENA – Di tengah tantangan ekonomi global, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk terus berinovasi dan adaptif. Salah satu contoh inspiratif datang dari UMKM Yahocap, sebuah unit usaha asal Papua Pegunungan yang berhasil mengombinasikan pemberdayaan masyarakat lokal dengan strategi bisnis yang tangguh.
Dalam dialog interaktif Gerakan Membangun Papua (GMP) di RRI Wamena, Budi Nia Zai selaku pemilik UMKM Yahocap membagikan rahasia di balik keberlanjutan usahanya. Menariknya, nama Yahocap sendiri merupakan singkatan dari Yayasan Honai Cinta Anak Papua, yang menegaskan bahwa misi bisnis ini sejalan dengan aspek sosial, yakni mendukung operasional panti asuhan.
UMKM Yahocap fokus pada pengolahan potensi lokal yang memiliki nilai jual tinggi. Beberapa produk unggulannya meliputi minyak buah merah, produk paling viral yang dikelola melalui kerja sama dengan mama-mama Papua Pegunungan di daerah, seperti Desa Kuga dan Purigebur. Produk ini murni 100% organik dan diklaim memiliki manfaat kesehatan, salah satunya membantu kualitas tidur lebih nyenyak.
Ada pula kombucha, minuman fermentasi yang mulai diminati pasar luas. Kerajinan Noken, salah satu produk kriya asli yang dirajut menggunakan kulit kayu oleh anak-anak panti asuhan sebagai bentuk pengembangan kreativitas dan kemandirian.
Budi Nia Zai menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak datang dari hasil instan, melainkan melalui kerja keras dan konsistensi. Ia membagikan lima prinsip utama bagi pelaku usaha agar tetap eksis di masa krisis:
1. Membuang rasa malas dan memandang bekerja sebagai cara utama untuk bertahan hidup.
2. Memprioritaskan kebutuhan pokok dan menghindari perilaku boros.
3. Terus mencari ide dan alternatif baru agar usaha tetap menghasilkan di tengah tantangan.
4. Mampu menyesuaikan diri dengan situasi atau peluang pasar yang baru.
5. Tidak malu mencari bantuan atau dukungan dari pihak luar serta memperluas jejaring.
Selain berbisnis, UMKM Yahocap juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kekayaan alam Papua secara mandiri. Strategi menanam bahan pangan sendiri, seperti ubi dan sayuran, dinilai efektif untuk mengurangi pengeluaran dapur sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat lokal.
"Keberhasilan usaha memerlukan tahapan nyata dan ketekunan, bukan sekadar pola pikir instan," ujar Nia dalam dialog tersebut. Ia juga berpesan agar pelaku usaha tetap berpegang pada prinsip 'Ora et Labora' berdoa dan bekerja serta menjauhi kebiasaan buruk yang tidak produktif seperti judi.
Melalui sinergi antara pemberdayaan mama-mama Papua dan pengelolaan keuangan yang disiplin, UMKM Yahocap membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing dan menjadi motor penggerak ekonomi bagi komunitas di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....