Inflasi Jayawijaya September 2026 Turun Menjadi 3,28 Persen

  • 03 Okt 2026 03:58 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID. Wamena - Badan Pusat Statistik (BPS) Jayawijaya memastikan jika jika untuk inflasi di bulan september 2026 dipastikan turun sebesar 3,28 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus lalu yang mencapai 3,77 persen, baik untuk year on year, mont to mont, penurunan ini juga terjadi karena dipengaruhi beberapa hal yang mempengaruhi harga dipasar.

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen untuk year-on-year, inflasi sebesar 0,30 persen untuk month-to-month, dan inflasi sebesar 2,17 persen untuk year to date.

"Dimana kelompok pengeluaran dengan andil inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi sebesar 1,28 persen secara year-on-year. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit,"ungkapnya Jumat (2/10) di Wamena.

Menurutnya, perkembangan harga berbagai komoditas di Kabupaten Jayawijaya pada September 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan harga dalam sebulan terakhir. Hasil pemantauan dari BPS Kabupaten Jayawijaya selama satu bulan terakhir menunjukkan bahwa pada Bulan September 2026 secara month-to-month, telah terjadi inflasi sebesar 0,83 persen.

"Artinya, pada Bulan September 2026 harga barang dan jasa secara umum di Kabupaten Jayawijaya mengalami kenaikan sebesar 0,83 persen dibandingkan dengan Bulan Agustus 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat sebesar 4,17 persen, sedangkan inflasi tahunan year-on-year mencapai 5,42 persen."jelasnya.

Dikatakan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, pada bulan September 2026 secara month-to-month terdapat 3 kelompok yang mengalami inflasi, 2 kelompok mengalami deflasi dan 6 kelompok lainnya tidak mengalami inflasi maupun deflasi. Andil inflasi bulanan tertinggi ada pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,81 persen.

"Sementara itu, deflasi terdalam terjadi pada kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,05 perseneras, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan daging sapi, selanjutnya, inflasi tahun ke tahun atau year-on-year, yaitu perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026 terhadap IHK September 2025 tercatat sebesar 5,42 persen atau terjadi kenaikan dari 114,03 pada September 2025 menjadi 120,21 pada September 2026,"katanya.

Lanjut Arther, jika dirinci menurut kelompok pengeluaran, sebanyak 8 kelompok tercatat mengalami inflasi, 2 kelompok mengalami deflasi, dan 1 kelompok lainnya tidak mengalami inflasi maupun deflasi.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 8,29 persen dan memberikan andil inflasi terbesar yakni 4,61 persen.

"Sedangkan inflasi terendah terjadi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan inflasi sebesar 1,30 persen. Selanjutnya, deflasi tahun ke tahun terdalam terjadi pada kelompok Kesehatan yakni sebesar 6,53 persen dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen." beber Kepala BPS Wamena.

Ia juga memastikan, jika dilihat dari komoditasnya, pada Bulan September 2026, terdapat lima komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan terbesar, yaitu: bayam dan sawi hijau masing-masing sebesar 0,19 persen; bawang putih sebesar 0,16 persen; kol putih sebesar 0,13 persen; serta tomat sebesar 0,10 persen.

"Sementara itu, lima komoditas yang dominan memberikan andil deflasi bulanan terbesar, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,08 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; bawang merah dan seng masing-masing sebesar 0,02 persen; serta jeruk sebesar 0,01 persen," ujarnya

Selain itu, jika dilihat dari komoditasnya, pada Bulan September 2026, terdapat lima komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan terbesar, yaitu bayam sebesar 0,66 persen, Sigaret Kretek Tangan sebesar 0,59 persen, daging ayam ras sebesar 0,35, kol putih sebesar 0,33 persen, serta bawang putih 0,30 persen.

" Secara umum, pada bulan September 2026 di Kabupaten Jayawijaya terjadi deflasi bulanan sebesar 0,83 persen dan inflasi tahunan sebesar 5,42 persen. Kelompok yang memberikan andil inflasi bulanan tertinggi pada September 2026 yaitu kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,81 persen."bebernya

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan terbesar antara lain bayam, sawi hijau, bawang putih, kol putih, dan tomat. Selanjutnya, penyumbang utama inflasi tahunan pada September 2026 adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi sebesar 4,61 persen.

"Adapun lima komoditas yang dominan memberikan andil deflasi tahunan terbesar, yaitu tomat sebesar 0,28 persen, pembalut wanita sebesar 0,08 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, serta tissue dan pulpen masing-masing sebesar 0,05 persen." tutup Kepala BPS Wamena.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....