Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi untuk Keluar dari Middle Income Trap
- 10 Sep 2026 18:44 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID –Pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai strategi membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Percepatan pertumbuhan dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing industri nasional.
Menteri PPN Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia telah terlalu lama berada dalam fase pertumbuhan menengah. Menurutnya, Indonesia telah berada dalam middle income trap selama 33 tahun, sejak 1993 hingga 2025.
“Mengapa kita perlu akselerasi pertumbuhan lebih cepat? Karena Indonesia sudah terlalu lama berada dalam jebakan middle income, jebakan pertumbuhan menengah,” ujar Rachmat.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan negara-negara yang berhasil menjadi negara maju umumnya mampu melewati fase pendapatan menengah dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Menurut Tito, pemerintah pusat dan daerah perlu mengawal empat komponen utama pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor.
“Kami ingin keluar dari negara berkembang, terjebak pada pendapatan kelas menengah, middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi harus tinggi, bila perlu double digit,” kata Tito.
Tito menjelaskan konsumsi rumah tangga menjadi komponen penting karena menyumbang hampir 50 persen pertumbuhan ekonomi dan sangat bergantung pada daya beli masyarakat.
Di sisi lain, belanja pemerintah perlu direalisasikan secara optimal agar perputaran anggaran dapat mendorong aktivitas ekonomi dan menstimulasi sektor swasta.
“Belanja pemerintah sangat penting, karena untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat, dan bisa memancing, menstimulasi sektor swasta,” ujarnya.
Pemerintah juga mendorong kemudahan investasi, baik domestik maupun asing, melalui penguatan iklim usaha di daerah. Investasi dinilai dapat meningkatkan modal, membuka lapangan kerja, dan memperluas aktivitas produksi.
Selain itu, peningkatan ekspor juga menjadi perhatian agar nilainya lebih besar dibandingkan impor. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat devisa dan menjaga surplus perdagangan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....