Bantah Potong Dandes 20 Juta, Yaiper Gombo Bakal Buat Laporan Polisi

  • 07 Sep 2026 13:34 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Plt. Kepala DPMK Kabupaten Jayawijaya Yaiper Gombo secara tegas membantah informasi rencana pemotongan dana desa senilai Rp 20.000.000 untuk pengadaan laptop.
  • Pihak DPMK menyatakan informasi tersebut merupakan hoax yang sengaja disebar oleh oknum tertentu dengan sentimen politik Pilkada.
  • DPMK berencana membuat laporan polisi atas penyebaran informasi hoax yang dianggap sebagai tuduhan yang merugikan.

RRI.CO.ID, Wamena – Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya, Yaiper Gombo tegas membantah informasi rencana pemotongan dana desa senilai Rp 20.000.000 untuk tujuan pengadaan laptop. Informasi itu beredar luas di masyarakat.

Ia menyatakan, informasi tersebut tidak benar namun sengaja disebar oleh oknum tertentu yang diduga memiliki sentimen politik Pilkada, sehingga pihaknya berencana membuat laporan polisi atas tuduhan yang disebar melalui informasi hoax tersebut.

“Itu sangat tidak benar dan tuduhan serius jadi saya mau buat laporan polisi, karena informasi itu hoax dan sama sekali tidak benar, dasarnya apa DPMK mau potong 20 juta itu. Informasi ini dari mana sangat tidak benar” kata Yaiper Gombo, Senin (07/09/26), siang.

Yaiper Gombo sampaikan bantahan itu saat dikonfirmasi RRI perihal informasi pemotongan dana desa senilai 20 juta per kampung yang beredar luas di sosial media whatsapp di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. informasinya 20 juta tersebut untuk pengadaan laptop aset kampung. Kata Dia, awalnya pengadaan laptop ada di RAB tapi dibatalkan.

“Kita baru sosialisasi hari jumat dan tidak ada rencana pemotongan itu di 328 kampung, itu sosialisasi penyaluran dana kampung di aula Wio, baru tadi saya dengan staf tegaskan tidak boleh potong uang sedikitpun di dalam situ” Tegasnya.

“itu RAB nya itu APBD punya per kampung 31 juta itu untuk bikin LPJ pegang tapi saya bilang tidak usah, karena itu kita sudah biasa jalan, pengadaan laptop segala macam itu tidak usa itu kas di kampung dan tidak perlu kita urus” Jelas Gombo.

Dengan demikian, pihaknya akan segerah membuat laporan polisi atas tuduhan informasi hoax pemotongan dana desa tersebut. Yaiper juga menyebutkan hoax itu diduga sengaja disebar oleh oknum lawan politik pilkada untuk menyerang pemerintah.

“Itu teman – teman JRB adik-adik dorang itu yang kelola isu itu, kasih naik di grup – grup semua jadi itu kasih biar, saya mau klarifikasi itu dana belum proses DPMK kasih uang 20 juta itu dasarnya apa. Saya mau bikin laporan polisi ini” Tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....