Dolar Tembus Rp18 Ribu, Apa yang Sedang Terjadi?

  • 08 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus level Rp18.185 per dolar. Angka ini menjadi salah satu level tertinggi dalam sejarah dan menandakan tekanan besar yang sedang dihadapi mata uang Indonesia.

Data Bank Indonesia melalui JISDOR menunjukkan kurs rupiah sempat berada di level Rp18.039 per dolar AS pada 4 Juni 2026. Sementara sejumlah lembaga keuangan internasional mencatat pergerakan dolar bahkan mendekati Rp18.200 dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu penyebab utama penguatan dolar adalah tingginya arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia. Investor global cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS, di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. (Sumber: www.reuters.com)

Tekanan terhadap rupiah juga diperkuat oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. Sejumlah lembaga pemeringkat dan pelaku pasar menyoroti meningkatnya belanja pemerintah serta perubahan kebijakan ekonomi yang dinilai memengaruhi kepercayaan investor.

Di sisi global, konflik di Timur Tengah dan tingginya suku bunga Amerika Serikat membuat dolar semakin diminati. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada rupiah, tetapi juga sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.

Untuk menahan pelemahan rupiah, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan kenaikan suku bunga acuan. Pemerintah dan Bank Indonesia juga berupaya meningkatkan daya tarik aset domestik agar arus modal asing kembali masuk ke Indonesia.

Meski demikian, pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak negatif. Sektor ekspor tertentu dapat memperoleh keuntungan karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun di sisi lain, biaya impor barang, bahan baku, hingga perjalanan ke luar negeri menjadi lebih mahal. Untuk saat ini, level yang menembus angka Rp18.000an per dolar menjadi pengingat bahwa stabilitas nilai tukar masih menjadi tantangan besar bagi perekonomian nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....