Danantara Percepat Pengembangan PLTSa di Kota Besar, Dorong Energi Bersih dan Atas

  • 30 Mar 2026 15:09 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Pemerintah melalui Danantara mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di sejumlah kota besar di Indonesia. Langkah ini menjadi strategi ganda untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi bersih.

Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi berkelanjutan, seiring meningkatnya volume sampah di kawasan urban yang semakin kompleks dari tahun ke tahun.

Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Danantara mendapat arahan untuk mempercepat realisasi proyek PLTSa di berbagai kota besar.

Kepala Danantara, Rosan Roeslani, lanjutnya, telah melaporkan perkembangan program waste to energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah padat penduduk. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga Bali.

“Program ini difokuskan di kota-kota besar dengan tingkat produksi sampah tinggi, sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah sekaligus menghasilkan energi,” ujar Teddy.

Sementara itu, Director of Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama seluas-luasnya bagi badan usaha nasional maupun internasional. Perusahaan yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam proyek pengolahan sampah modern dipersilakan mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT).

“Langkah ini bertujuan memperluas partisipasi pelaku usaha dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi modern,” jelasnya.

Selain memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, proyek PLTSa juga diproyeksikan membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja di sektor energi dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

Fadli menegaskan, seluruh proses pembangunan akan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial secara ketat, termasuk melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya.

Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi, volume limbah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, PLTSa juga berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan serta emisi gas rumah kaca.

Ke depan, percepatan pengembangan PLTSa diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah optimistis sinergi antara sektor publik dan swasta mampu mempercepat realisasi proyek ini dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....