QRIS Melesat, Kalahkan Jumlah Pengguna Kartu Kredit
- 10 Okt 2025 08:50 WIB
- Wamena
KBRN, Jakarta: Adopsi sistem pembayaran digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini telah melampaui angka 50 juta orang, sebuah pencapaian signifikan yang mengungguli total pengguna kartu kredit di tanah air.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa lonjakan ini merupakan bukti nyata keberhasilan Indonesia dalam memperluas inklusi keuangan melalui inovasi teknologi pembayaran yang dinilai mudah, cepat, dan efisien oleh masyarakat.
"Peningkatan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga menunjukkan perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital yang lebih modern. QRIS telah menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia," ujar Airlangga.
Keberhasilan QRIS tidak hanya dirasakan di pasar domestik. Menko Airlangga juga menyoroti langkah ambisius Indonesia dalam membawa QRIS ke kancah internasional. Layanan ini kini telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, serta tengah diupayakan untuk diimplementasikan di Uni Emirat Arab.
Ekspansi QRIS cross-border ini memiliki misi strategis yang penting bagi stabilitas mata uang nasional. Dengan memungkinkan transaksi lintas negara menggunakan mata uang lokal, langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas Rupiah dengan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam perdagangan dan pariwisata.
"Integrasi pembayaran antarnegara ini tidak hanya mempermudah wisatawan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi secara fundamental akan menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas makroekonomi kita," pungkas Airlangga.
Pencapaian 50 juta pengguna QRIS ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin di kawasan dalam implementasi Fintech dan menjadi fondasi yang kuat bagi digitalisasi ekonomi nasional.