Koperasi Merah Putih, Energi Baru Ekonomi Papua

  • 05 Des 2025 22:25 WIB
  •  Wamena

KBRN,Wamena: Gagasan penguatan Koperasi Desa Merah Putih semakin menguat di Papua, menyusul meningkatnya perhatian pemerintah dan masyarakat adat terhadap pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan hasil pembangunan ekonomi dapat kembali dirasakan masyarakat lokal.

Senator RI Irman Gusman menyebut Papua memiliki peran penting dalam implementasi agenda nasional penguatan koperasi, khususnya dalam pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih.

“Bung Hatta pernah mengatakan, Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin kecil di desa. Melalui koperasi desa, kita menyalakan lilin-lilin itu—termasuk di Merauke, tanah yang diberkati ini,” ujar Irman.

Irman menilai percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan kebijakan tepat untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Ia juga mencontohkan kesuksesan negara seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jerman sebagai bukti bahwa koperasi merupakan model ekonomi modern yang mampu bertahan dalam berbagai tantangan global.

Irman juga menyoroti potensi Merauke sebagai salah satu kawasan strategis pangan nasional yang dapat menopang ketahanan pangan dalam negeri hingga ekspor global.

Ia menyambut baik lahirnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menjadi landasan hukum penguatan koperasi desa.

“Koperasi adalah persekutuan manusia, bukan persekutuan modal. Di situlah roh gotong royong bangsa hidup,” tegasnya.

Komitmen penguatan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Di Kabupaten Supiori, pembahasan mengenai program ini muncul dalam kegiatan sosialisasi program strategis nasional yang melibatkan masyarakat adat, gereja, dan pemerintah daerah di Kampung Sorendiweri.

Diskusi tersebut menekankan pentingnya kesiapan masyarakat kampung dalam menyediakan bahan pangan lokal yang akan menjadi bagian dari rantai ekonomi koperasi desa. Program ini juga dinilai selaras dengan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan di Supiori.

Perwakilan masyarakat adat Supiori, Utrekt Manampaisem, menegaskan pentingnya sinergi untuk menyukseskan kebijakan strategis pemerintah.

“Kami dari adat, gereja, dan pemerintah merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menyukseskan program nasional ini,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mendukung penuh penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai fondasi ekonomi masyarakat di Papua.

Gerakan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya berjalan lewat kebijakan formal pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi masyarakat dan budaya gotong royong di tingkat kampung.

Rekomendasi Berita