Rumah Pastori GKI Lachairoy Hom-Hom Wamena Diresmikan
- 19 Feb 2026 12:39 WIB
- Wamena
RRI, CO.ID, Wamena – Peresmian dan penahbisan Rumah Pastori Baru Jemaat GKI Lachairoy Hom-Hom Wamena berlangsung khidmat pada Rabu (18/2/2026) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Bupati Jayawijaya yang diwakili Staf Ahli Bupati, Bupati Tolikara, anggota MRP Papua Pegunungan, anggota DPR Papua Pegunungan, Ketua PKK Jayawijaya, Ketua GKI Wilayah 10, perwakilan Kantor Kementerian Agama, para Pendeta, serta Jemaat GKI di Kota Wamena dan sekitarnya.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pendeta Albert Suu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama, penandatanganan prasasti, penyerahan kunci dari tukang kepada panitia dan diteruskan kepada Pengurus Klasis Baliem Yalimo, pembukaan pintu rumah pastori, serta peninjauan bangunan.
Dalam sambutannya, Gubernur John Tabo menyampaikan bahwa dirinya dapat berdiri sebagai Gubernur Papua Pegunungan tidak terlepas dari doa dan dukungan para Hamba Tuhan, serta umat di Jemaat GKI Lachairoy Hom-Hom.
“Saya berada di sini karena doa dari ibu pendeta Verha, majelis jemaat, dan seluruh umat Tuhan di Jemaat GKI Lachairoy Hom-Hom,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada jemaat, Gubernur John Tabo menyumbangkan dana sebesar Rp400 juta. Ia juga mengundang panitia dan Ketua Majelis Jemaat untuk bertemu di kediamannya pada Jumat mendatang, guna membahas tindak lanjut bantuan tersebut.
Gubernur turut menyampaikan terima kasih kepada para perintis dari Biak, Serui, Manokwari, Sorong, dan Jayapura yang telah datang sejak awal untuk mengajar dan mengabdi di wilayah Papua Pegunungan.
Sementara itu, Ketua GKI Wilayah 10, Pendeta Yudas Meage, mengatakan gedung pastori yang diresmikan merupakan aset Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Menurutnya, pastori bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat misi untuk mempersiapkan pemberitaan Injil sebelum disampaikan di mimbar gereja.
Ia menegaskan pembangunan pastori tersebut diprakarsai oleh seorang pendeta perempuan dengan semangat pelayanan dan kepentingan umum.
“Semua orang bisa membangun dan berkhotbah, tetapi misi harus diletakkan pada niat dan komitmen iman yang sungguh,” katanya.
Pendeta Meage juga mengajak jemaat untuk terus menjaga api pekabaran Injil agar tidak tergilas oleh perkembangan zaman dan berbagai kepentingan.
Ketua Panitia, Karel Tehupuring, menjelaskan pembangunan Rumah Pastori GKI Lachairoy Hom-Hom berlangsung kurang lebih dua tahun dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut bersumber dari sumbangan warga jemaat, kegiatan lelang (luka tok), bazar jemaat, serta dukungan sejumlah donatur.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan membangun rumah pastori yang kini siap digunakan untuk menunjang pelayanan kepada jemaat Tuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....