Kebiasaan Begadang Picu Pembuluh Darah Pecah

  • 14 Okt 2025 00:13 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Hubungan antara kebiasaan begadang (kurang tidur kronis) dengan risiko pembuluh darah pecah adalah fakta yang didukung secara medis, meskipun tidak secara langsung seketika, melainkan melalui serangkaian dampak buruk jangka panjang pada sistem kardiovaskular. bagaimana Begadang dapat memicu pecahnya pembuluh darah (terutama di otak, yang menyebabkan stroke hemoragik) adalah melalui:

1. Peningkatan Tekanan Darah (Hipertensi)

Begadang (kurang tidur kronis) mengganggu ritme sirkadian (jam biologis) tubuh. Hal ini memicu pelepasan hormon stres (seperti kortisol dan adrenalin) dalam jumlah tinggi dan dalam jangka waktu yang lama.

Hormon stres ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat jantung bekerja lebih keras, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah secara konsisten.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol adalah faktor risiko utama dan paling umum yang menyebabkan pembuluh darah di otak menjadi kaku, kurang elastis, dan akhirnya pecah, mengakibatkan stroke hemoragik.

2. Kerusakan Dinding Pembuluh Darah (Aterosklerosis)

Kurang tidur yang kronis meningkatkan tingkat peradangan sistemik dan stres oksidatif dalam tubuh.

Peradangan ini merusak dinding bagian dalam pembuluh darah (endotelium) dan mempercepat penumpukan plak (lemak, kolesterol, kalsium) atau yang disebut aterosklerosis.

Pembuluh darah yang penuh plak dan meradang menjadi keras dan kaku, sehingga tekanan di dalamnya meningkat. Dinding pembuluh yang sudah lemah (akibat aterosklerosis atau tekanan tinggi) menjadi sangat rentan untuk pecah.

3. Gangguan Metabolik

Begadang juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas, yang merupakan faktor risiko sekunder yang sangat kuat untuk hipertensi, aterosklerosis, dan penyakit jantung, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terjadinya pecah pembuluh darah.

Meskipun begadang tidak secara langsung menyebabkan pembuluh darah pecah saat itu juga, begadang secara rutin adalah kebiasaan gaya hidup yang secara signifikan meningkatkan faktor-faktor risiko (terutama hipertensi dan kerusakan pembuluh darah) yang menyebabkan pembuluh darah pecah dan memicu kondisi serius seperti stroke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....