Menikah Dianggap Matang Pada Usia Berapa?

  • 13 Okt 2025 23:49 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jayawijaya: Konsep kematangan untuk menikah tidak hanya bergantung pada satu angka usia, tetapi melibatkan tiga aspek utama: hukum, kesehatan/psikologi, dan program pemerintah.

Berikut adalah rincian mengenai usia yang dianggap matang untuk menikah di Indonesia:

1. Usia Minimal Menurut Hukum (Kematangan Legal)

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia minimal untuk menikah adalah Pria 19 Tahun dan Wanita 19 Tahun

Usia 19 tahun ini adalah batas minimal untuk mendapatkan izin menikah secara sah tanpa harus mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama/Negeri. Pada usia ini, individu dianggap telah matang jiwa dan raganya untuk melangsungkan perkawinan.

2. Usia Ideal Menurut Pemerintah (BKKBN)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mempromosikan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dengan menetapkan usia ideal menikah untuk mencapai keluarga berkualitas: Pria minimal 25 Tahun dan Wanita minimal 21 Tahun

BKKBN menekankan bahwa pada usia ini, individu sudah mencapai kematangan fisik, mental, emosional, dan kesiapan finansial yang lebih baik untuk menjalankan peran sebagai suami dan istri, serta menjadi orang tua.

3. Kematangan Menurut Psikologi dan Kesehatan

Dari sudut pandang psikologis dan kesehatan reproduksi, kematangan seseorang umumnya dicapai pada rentang usia: Wanita rentang 20 hingga 25 tahun. Pada usia ini, organ reproduksi sudah matang secara biologis, dan secara psikologis, kemampuan mengambil keputusan dan mengelola emosi semakin baik.

Pria rentang 25 hingga 30 tahun. Pria dianggap lebih siap secara mental dan finansial di usia ini, serta memiliki kemampuan untuk berpikir dewasa dan bertanggung jawab.

Meskipun batas minimal sah secara hukum adalah 19 tahun untuk pria dan wanita, usia yang paling banyak disarankan dan dianggap paling matang (ideal) di Indonesia adalah 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria (sesuai anjuran BKKBN) karena mencakup kesiapan fisik, mental, emosional, dan finansial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....