Apa Benar Minum Air Es Bikin Gemuk

  • 10 Okt 2025 11:16 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Tidak benar jika minum air es bikin gemuk, justru air es tidak mengandung kalori sehingga tidak menambah berat badan secara langsung, dan malah dapat membantu membakar kalori karena tubuh perlu bekerja lebih keras untuk menghangatkan air es tersebut agar sesuai dengan suhu tubuh.

Penyebab utama kenaikan berat badan adalah konsumsi kalori berlebihan dari makanan dan minuman manis, bukan suhu airnya. Kabar bahwa air es bikin gemuk itu adalah mitos (anggapan yang keliru).

Pendapat para ahli (dokter dan ahli gizi) sepakat bahwa air es murni TIDAK membuat gemuk. Anggapan tersebut adalah mitos.

Berikut adalah penjelasan dan alasan ilmiah dari para ahli. Air putih, baik itu air es maupun air suhu ruangan, tidak memiliki kandungan kalori sama sekali.

Kenaikan berat badan terjadi hanya karena konsumsi kalori yang berlebihan dari makanan atau minuman. Para ahli menegaskan bahwa tidak ada dasar ilmiah yang membuktikan bahwa air dingin dapat "membekukan lemak" di dalam tubuh.

Suhu air yang masuk ke perut akan dinetralkan oleh tubuh agar sesuai dengan suhu internal tubuh (37 derajat C). Beberapa studi, termasuk yang dirujuk dari Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, menunjukkan bahwa tubuh justru harus menggunakan sedikit energi (membakar kalori) untuk proses menghangatkan air es hingga suhu tubuh. Proses ini disebut thermogenesis. Meskipun jumlah kalori yang terbakar sangat kecil dan tidak signifikan untuk diet, hal ini membuktikan air es tidak menaikkan berat badan. Para ahli gizi menekankan bahwa yang seringkali menyebabkan gemuk adalah tambahan bahan lain pada minuman dingin, seperti gula, sirup, susu kental manis dan pemanis buatan.

Minuman dingin yang mengandung tambahan bahan-bahan tersebut memiliki kalori yang tinggi, dan inilah faktor utama penambahan berat badan, bukan suhu airnya. Selama yang Anda minum adalah air es (air putih) murni, itu aman dan tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan. Penentuan berat badan lebih banyak dipengaruhi oleh total asupan kalori harian dan tingkat aktivitas fisik Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....